Can humans fall in love and have sex with robots?/Foto: Dok. Futuramaderbarisal.com
Can humans fall in love and have sex with robots?/Foto: Dok. Futuramaderbarisal.com

NUSANTARANEWS.CO – Sebuah penelitian terbaru menyebutkan dalam waktu 10 tahun ke depan, penjualan boneka seks (sex toys) akan meningkat tajam di seluruh dunia. Sebuah skema baru produk perdagangan yang tampak terus didorong para produsen dengan cara memproduksi sex toys secanggih mungkin. Bahkan ada sex toys yang disetting memiliki kecerdasan lebih untuk menyaingi manusia. Begitu pula wujudnya.

Dalam berbagai artikel, salah satu alasan berkembangnya sex toys adalah untuk menghindari kekerasan seksual yang kerap terjadi pada wanita. Selain itu, sex toys juga dianggap tidak bisa membuat seseorang patah hati. Bahkan di beberapa negara barat, ada sebagian orang yang mendesak pemeritahnya untuk segera mensahkan pernikahan dengan robot seks.

Kini, penjualan sex toys diperkirakan setara dengan penjualan smarphone. Dalam 10 tahun ke depan, 400 juta sex toys ditargetkan terjual secara global.

Sebuah studi bertajuk ‘Women, Sex and Shopping‘ yang dilakukan di Inggris, para peneliti menemukan bahwa ada keinginan yang besar para wanita membeli dan memiliki peralatan untuk meningkatkan kehidupan seks mereka. Seperti dilansir Cosmo US, ahkan ada wanita dengan pendapatan besar berani mempersiapkan budget lebih dari £200 per tahun untuk membeli sex toys.

Dalam studi ini para peneliti mengungkapkan adanya animo masyarakat tentang sex toys tak terlepas dari semakin derasnya arus teknologi internet. Adanya penjualan online yang menyediakan berbagai macam peralatan seks dinilai sebagai pemicunya. Ditambah lagi media-media yang mengangkat topik seputar wanita dan seks, membuat sex toys semakin diminati. Bahkan ditemukan sebanyak 40 persen wanita di Inggris menggunakan jasa pornografi online.

Selain itu, disebutkan juga bahwa 60 persen wanita memiliki ide bahwa membeli sex toys sebagai sesuatu yang menyenangkan. Wanita lebih termotivasi oleh naluri dasar mereka dibandingkan nilai-nilai umum yang diturunkan kepada mereka.

Perkembangan sex toys sebetulnya bukanlah fenomena baru. Sebab, fenomena ini sudah ada sejak puluhan tahun silam. Hanya saja, penjualan sex toys cenderung terhambat dan kini di era teknologi fenomena sex toys mendapatkan momentumnya. (Sego)

Komentar