Connect
To Top

Dihari Sumpah Pemuda, Saut Situmorang Ajak Anak Bangsa Keroyok Koruptor

Saut Situmurang ajak Anak Bangsa Keroyok Koruptor di Hari Sumpah Pemuda/Foto: Dok. Tribunnews

Saut Situmurang ajak Anak Bangsa Keroyok Koruptor di Hari Sumpah Pemuda/Foto: Dok. Tribunnews

NUSANTARANEWS.CO – Hari Sumpah Pemuda tiba setiap 28 Oktober. Hari itu merupakan salah satu hari bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Masih ingat dengan isi sumpah pemuda. Berikut isi Sumpah Pemuda.

Isi Sumpah Pemuda :

    “Pertama : Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia
    Kedua : Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
    Ketiga : Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia”

Semoga saja dengan diingatkannya kembali isi sumpah pemuda bisa membuat kamu yang lupa menjadi lebih hafal dengan tepat. Bukan hanya sekedar hafal, tapi juga dapat mengingatkan peran kamu kembali sebagai generasi penerus bangsa. Sehingga, Indonesia memiliki sosok yang bisa di titipkan kedaulatan bangsa ke depan.

Sebagai salah satu pemimpin KPK periode 2015-2019, Saut Situmorang memiliki pandangan tersendiri tentang  makna Hari Sumpah Pemuda. Mulai dilihat dari kaca mata KPK, hingga bagaimana kondisi korupsi di Indonesia saat ini.

Menurut Saut, Sumpah Pemuda adalah momentum bagi anak bangsa untuk melakukan intropeksi diri dan otokritik terhadap perilaku dan sikap kita semua kepada bangsa dan negara serta masyarakat. Apa yang sudah kita berikan kepada bangsa dan negara sesuai dengan domain masing-masing. Dengan menghayati arti Sumpah Pemuda maka harus tertanam jiwa nasionalisme dan cinta tanah air dengan cara ikut secara aktif dalam gerakan pemberantasan korupsi dan paling tidak, tidak melakukan korupsi atau tidak berperilaku koruptif.

Namun sayangnya perilaku korup para pejabat masih menghantui negeri ini. Bagaimana tidak, sudah lebih dari 500 high profile person incraht diadili KPK. Apakah itu sedikit ? Apakah ada didunia ini yang sama seperti kita ?

Lebih lanjut Saut berpendapat perilaku korup itu terjadi lantaran adanya kesalahan besar yang dilakukan para pendahulu. Dimana kesalahan mereka adalah tidak setia merawat cita-cita untuk menghantarkan rakyat ke pintu gerbang kesejahteraan. Padahal itu adalah amanah konstitusi kita.

Jadi bagaimana negeri ini sejahtera, kalau para pendahulu kita banyak yang jahat dan korup. Yang kemudian itu dibebankan kepada kita sebagai penerus bangsa dan kita juga malah menjadi sebagai penerus bangsa yang juga malah ikut-ikutan korup.

“Itu sebabnya jangan mengaku Pemuda kalau masih Nepotis , Kolusi dan Korupsi,” imbau Saut.

Diakui Saut yang dapat memutus mata rantai perilaku korup di negeri ini adalah Hukum. Lantas bagaimana situasi saat ini, setelah KPK menangkap para pelaku KKM itu, apakah hal tersebut apat menggiring negara ini pada sebuah kemajuan? Mengingat KPK juga salah satu lembaga penegak hukum ?

Kata Saut kalau hanya mengandalkan KPK akan lama untuk mencapai pada sebuah kemajuan. Karena yang jahat banyak, dan untuk mencari bukti perlu waktu. Sementara koruptor sejalan dengan peradaban hukum dan perkembangan teknologi mereka mengalami mutasi prilaku.

“Jadi di kalau mau cepat sejahtera kita harus keroyok sama-sama, terutama masyarakat pada semua lapisan dan kekuatan sosial politik. Kalau tidak ya lama untuk berubah prilaku nya,” tukasnya. (Restu)

Komentar