Sekretaris Jenderal PWI Pusat Hendry Ch Bangun/Foto via Saibumi.com
Sekretaris Jenderal PWI Pusat Hendry Ch Bangun/Foto via Saibumi.com

NUSANTARANEWS.CO, Ambon – Sekretaris Jenderal PWI Pusat Hendry Ch Bangun menjelaskan perihal verifikasi media massa yang menjadi banyak perbincangan saat ini.  Hendry yang juga anggota Dewan Pers ini mengatakan, verifikasi media massa adalah hasil tindak lanjut dari piagam Palembang tahun 2010. Saat itu, ada 17 kelompok media yang berjanji akan mengikatkan diri dengan 4 peraturan Dewan Pers.

“Keempat peraturan itu adalah tentang perusahaan pers, kode etik, perlindungan hukum dan sertifikasi kompetensi,” ujar Hendry dalam keterangan resminya usai mendampingi Wagub Maluku membuka Pameran HPN dan Maluku Expo 2017 di Lapangan Merdeka, Ambon, Senin, (6/2/2017).

Karena keterbatasan waktu saat ini, kata dia, pihaknya baru meloloskan 77 media yang sudah terverifikasi. Nantinya, 77 media ini akan menandakan kick off verifikasi media massa di panggung HPN 2017.

“Ini baru babak pertama. Awal Maret kita bergerak lagi, Dewan Pers lanjut untuk memverifikasi. Ada ribuan media massa yang semuanya harus terverifikasi. Targetnya 2018 selesai semua,” kata Hendry.

Hendry membeberkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan pers agar lolos verifikasi Dewan Pers salah satunya adalah dapat menggaji wartawan dengan upah minimal Provinsi. Syarat itu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejateraan wartawan.”Kalau perusahaan pers tidak memenuhi salah satu syarat itu, maka tidak akan lolos verifikasi,” ungkap dia.

Selain itu, ia pun menyesalkan ada pihak yang menambahkan poin dari surat keterangan resmi yang disebarkan oleh dewan pers perihal media yang sudah terverifikasi. Dalam siaran pers itu menyebutkan bahwa pemerintah dilarang menerima media yang belum terverifikasi.

“Enggak begitu. Itu hoax. Narasumber itu tahu media yang bener dan enggak. Semua pasti diverifikasi. Tentunya bertahaplah. Tunggu aja. Semuanya pasti kami selesaikan secepat-cepatnya,” tandas Hendry. (Richard)

Komentar