druze

NUSANTARANEWS.CO – Druze adalah nama sebuah komunitas keagamaan yang umumnya terdapat di Timur Tengah, khususnya Lebanon, Israel, Suriah dan Yordania. Komunitas ini sebetulnya sudah dikembangkan sejak abad ke-11 di Mesir dan kini telah berkembang pesat karena sedikitnya tergabung sekitar 1 juta orang di seluruh Timur Tengah.

Selama berabad-abad, Druze punya sebuah kerajinan yang hanya berlatar hobi saja. Ya, kerajinan menyulam yang memang sudah turun temurun dari generasi ke generasi.

Tapi, tahukah Anda, komunitas Druze sekarang justru sudah berani menata jalan masa depan dengan kerajinan menyulam. Mulanya hanya hobi dan juga tradisi biasa saja. Namun, kini komunitas Druze sudah memasarkan produk-produk kerajinan tangannya sebagai barang seni yang diminati pasar.

Menyulam kerudung adalah salah satu seni yang mereka hasilkan. Selain kerajinan tangan, komunitas Druze juga membuat resep untuk keperluan makanan. Komunitas Druze di Israel, didukung pemerintah untuk membuat forum kerjasama memasak makanan rumahan ala Druze. Komitmen pemerintah menanggulangi pengangguran adalah spiritnya. Hasilnya, resep makanan mereka dijadikan sebagai usaha untuk mengais penghasilan dengan cara membuka restoran.

Seiring berkembangnya waktu, komunitas Druze semaki berubah lebih baik. Pasalnya, para wanita sudah diperbolehkan oleh pemuka agama untuk bekerja dan bersekolah di luar.

Kolaborasi antara mereka yang telah bersekolah dan yang bertahan di desa berhasil membuat forum kerja. Mereka pun sudah memproduksi kerajinan tangan sangat variatif seperti kue isi keju dan jus dingin. Kesemuanya mampu menghasilkan pundi-pundi uang dari para pelancong.

Bahkan, komunitas Druze mengatakan bahwa kerajinan tangan menjadi cara untuk melestarikan tradisi mereka. Apalagi, para turis sering berkunjung ke desa-desa Druze membuat komunitas ini berinisiatif mengenalkan kerajinan tangan yang mereka hasilkan, dan para turis banyak yang tertarik. Bahkan, para turis yang datang dari Tel Aviv sering datang hanya untuk membeli produk komunitas Druze.

Komunitas Druze hendak menyampaikan pesan bahwa desa adalah masa depan kehidupan untuk masa-masa mendatang. Terlebih dalam situasi batas yang sudah tak menentu saat ini, menjadi kreatif merupakan pilihan utama untuk mempersiapkan akan lahirnya globalisasi gelombang ketiga. Masa depan, ada di desa. (eriec dieda/sumber: BBC)

Komentar