Manuver 4 (empat) helikoper TNI Angkatan Darat (AD) di udara Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (3/11) siang/Foto: dok. cnn indonesia
Manuver 4 (empat) helikoper TNI Angkatan Darat (AD) di udara Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (3/11) siang/Foto: dok. cnn indonesia

NUSANTARANEWS.CO – Demo 4 November kemungkinan besar akan dijaga 4 (empat) helikoper TNI Angkatan Darat (AD) di udara Kompleks Istana Kepresidenan. Seperti diketahui tadi saing, Kamis (3/11), dua helikopter terbang rendah dan melintas di atas Istana Negara sekitar pukul 13.10 WIB. Dua helikopter lainnya menyusul dan melintas ke arah Medan Merdeka Utara.

Empat heli bertipe bell ini terlihat terbang bersama dari arah Juanda dan meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, sekira 20 menit kemudian. Manuver itu merupakan latihan pengamanan bagi Presiden Joko Widodo yang akan berada di Istana Negara selama demo berlangsung.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai latihan itu sebagai bagian dari SOP (standard operating procedure) dalam menghadapi keadaan yang memerlukan persiapan matang. “Itu standard operating procedure daripada TNI untuk membuat kontingensi-kontingensi, dalam menghadapi keadaan yang dianggap mungkin perlu persiapan yang baik,” kata Luhut.

Menurut Luhut, Presiden Jokowi akan beraktivitas seperti biasa di Istana Negara selama demo berlangsung besok usai shalat Jum’at. “(Presiden) di Jakarta. Apa sih, apa sih yang urgen mesti pergi? Saya juga besok datang ke Istana,” tutur Luhut.

Sementara Kadispen TNI AD Brigjen Sabrar Fadhilah membenarkan helikopter beredar di atas Istana untuk mengantisipasi demonstrasi esok hari. “Pencegahan saja. Situasi keamanan kan tidak bisa dibilang tunggu nanti. Sebaiknya siap, itu lebih baik,” kata Sabrar kepada ccn indonesia.

Dianggap sebagai persiapan besar karea demo besar oleh sekitar 100 ribu massa, Sabrar membantahnya. “Bukan untuk menghadapi musuh. Kami ingin memberikan ketenangan bagi semua,” ucapnya. (Kiana/red-02)

Komentar