Melbourne Bike Share/Foto nusantaranews via australiantransplantgames
Melbourne Bike Share/Foto nusantaranews via australiantransplantgames
Tourists on Hire Bikes/Foto Nusantaranews via heraldsun
Tourists on Hire Bikes/Foto Nusantaranews via heraldsun

NUSANTARANEWS.CO – Efisiensi akan menjadi gaya hidup masyarakat dunia, ketika tata dunia baru sudah berjalan. Kini, saat dunia berada dalam satu zona yang disebut Situasi Batas, banyak negara sudah mulai membiasakan hidup efisien. Misalnya di Amerika, sudah terjadi beberapa penutupan mall, karena dianggap tidak efesien. Kemudian Jerman, sudah mulai mengurangi BBM karena rezim BBM tidak akan lama lagi akan runtuh.

Amerika dan Jerman hanyalah dua percontohan saja. Selain kedua negara tersebut, perilaku efisien juga terjadi di Melbourne, Australia. Simple dan sederhana bagi warga di kota Melbourne untuk hidup efisien yaitu menanggalkan kendaraan bermotor dan menggantinya dengan sepeda. Menariknya lagi, mereka yang memilih bersepeda mendapat fasilitas yang terbilang istimewa.

Pada dasarnya, masyarakat Melbourne memang suka bersepeda. Tidak heran, bila dalam sehari ada sekitar 18.000an pesepeda yang berseliweran di pusat kota. Tentu saja, selain membuat badan sehat, para pesepeda juga bisa berhemat bahkan mereka juga akan mendapat diskon di tempat makan. Itulah keuntungan masyarakat di Melbourne yang bersepeda.

Adapun fasilitas khusus yang diberikan pada para pesepeda salah satunya jalur prioritas dimana mereka akan aman dari terjebak macet dan aman dari polusi. Jalur khusus ini sepanjang lebih dari 100 km. Selain itu, para pesepeda juga disediakan parkir khusus, baik di kantor maupun di tempat-tempat umum seperti staiun dan pusat perbelanjaan.

Baca juga : Hadapi Tata Dunia Baru, Indonesia Berpotensi Menjadi Pemain Utama di Pasifik

Menurut CEO Bicycle Network Craig Richards, Victoria khususnya Melbourne sekarang menjadi tempat terbaik di Negeri Kangguru itu untuk para pesepeda. “Infrastruktur di sini sangat baik untuk pesepeda. Anda tidak akan menemukan hal ini di Sydney,” katanya kepada para awak media yang difasilitasi Australia Plus ABC International.

Menariknya lagi, masyarakat Melbourne tidak mesti punya sepeda pribadi untuk bersepeda. Sebab di sana disediakan penyewaan sepeda bersama (bike share) di
beberapa titik di Kota Melbourne. Untuk menyewa sepeda di Melbourne bisa bisa datang ke shelter bertuliskan “Melbourne Bike Share”. Penyewa pun memilih waktu berlangganan, bisa tahunan, casual alias harian dan corporate rate.

(Lihat pula:
Tahun 2030, Semua Mobil Yang Dijual di Jerman Harus Bebas Emisi
Mobil Berteknologi Hidrogen di JSC Bakal Menjadi Percontohan di Dunia
Pesawat Terbang Tanpa Awak Kantongi IMAA)

Bagi yang ingin berlangganan tahunan, hanya bisa dilakukan melalui online dan kunci sepeda akan dikirim ke rumah penyewa. Sedangkan bagi penyewa harian dan mingguan bisa langsung datang ke tempat dengan menggesekkan kartu kredit di mesin dan akan menerima kertas kode kunci untuk mengambil sepeda. Sebab pesepeda dapat fasilitas yang cukup istimewa, mereka mesti bayar biaya perjalanan dengan harga yang cukup murah untuk mata uang Australia. Sebagai gantinya, penyewa bisa menggunakan helm dengan gratis. Namun, bila penyewa akan memilikinya tentu saja mesti beli sendiri.

Para pesepeda di Melbourne tergolong tertib dibanding dengan Indonesia yang berkendara sepeda motor. Demi keamanan dan kenyamanan, mereka tetap mengenakan helm walau hanya bersepeda. Di samping itu, mereka juga wajib menyalakan lampu sepeda. Jika pesepeda melanggar kedua kewajiban itu, maka pesepeda akan dikena sanksi oleh pihak kepolisian. “Helm dan lampu adalah sebuah keharusan, itu untuk melindungi diri Anda sendiri,” jelas Craig.

Menurut penuturan Craig bersepeda bagi masyarakat di Melbourne bisa membuat badan sehat, dompet lebih hemat dan perjalanan lebih efisien. Uniknya, pesepeda biasanya dapat apresiasi berupa diskon di tempat makan atau toko. Dimana setiap tempat makan telah tersedia tempat parkir gratis bagi para pesepeda. (MRH/Sel/Red-02)

Berita yang lain:

Jangan Biarkan Anak Bangsa Ciut Hadapi Era Robotik
Pada 2022, Singapura Bakal Luncurkan Layanan Taksi Nirawak’
Minyak Bumi Akan Digantikan Tenaga Surya
AS Sudah Sangat Gencar Kurangi BBM

Komentar