Berita Utama

Dari 40 Persen, Kini Sentimen Anti Ahok Menanjak 55 Persen

Basuki Thjahaja Purnama/Foto nusantaranews
Ahok dianggap nyari perkara oleh keluarga karena buat risma tersinggung/Foto nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Pendiri sekaligus peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny Januar Ali mengatakan gejala sentimen anti Ahok secara signifikan meningkat di masyarakat DKI Jakarta. Ia mendapat kesimpulan tersebut sebagai hasil survei yang dilakukan lembaganya.

“Pemilih muslim yang tak ingin gubernur non-muslim meningkat dari 40 persen pada Maret 2016 naik menjadi ke 55 persen pada September 2016. Semakin banyak pemilih muslim tak ingin Ahok, semakin ia tumbang,” ujar Denny di Jakarta, Minggu (9/10/2016).

Denny mengingatkan bahwa hasil survei yang didapatkannya menunjukkan gejala serius terhadap kalkulasi dukungan terhadap Ahok yang semakin mengkhawatirkan di Pilkada DKI ini. Menurutnya, elektabilitas Ahok semakin mendekati waktu pelaksanaan Pilkada DKI terus merosot tajam.

“Walau seluruh pemilih non muslim memilih Ahok, jumlahnya hanya 10-15 persen. Dan tak pernah cukup untuk memenangkan Ahok,” tandasnya.

Jika dari bulan Maret hingga September 2016 fluktuasi sentimen anti Ahok terus meningkat, entah seperti apa hasil survei selanjutnya pasca pernyataan kontroversialnya terkait dugaan pelecehan Al-Quran yang baru saja banyak dipermasalahkan. Apalagi, berbagai reaksi saat ini terus mengemuka berupa kecaman terkait ungkapan Ahok yang menyinggung surat Al-Maidah ayat 51 dalam Al-Quran yang dikatakannya kerap dijadikan alat pembodohan masyarakat. (Hatiem)

Komentar

To Top