Politisi senior Golkar, Popong Otje Djundjunan/IST
Politisi senior Golkar, Popong Otje Djundjunan/IST
Politisi senior Golkar, Popong Otje Djundjunan/IST

NUSANTARANEWS.CO – Politisi senior yang juga pendiri partai Golkar Popong Otje Djundjunan mengaku geram dengan adanya isu PKI akan bangkit. Perempuan yang biasa dikenal Ceu Popong ini menilai setiap upaya membangkitkan semangat PKI di Indonesia adalah bentuk pengkhianatan terhadap konstitusi negara.

Sok, jangan ada lagi yang mimpi PKI bangkit atuh,” ujar Ceu Popong dengan logat sundanya saat diwawancarai di ruang rapat komisi X DPRRI, Jakarta, Senin (23/5/2016).

Ceu Popong mengatakan negara telah menetapkan PKI sebagai organisasi terlarang di Indonesia. Sehingga, gerakan PKI tidak boleh tumbuh menebarkan pengaruhnya kembali di Indonesia.

Dalam pandangannya, Ceu Popong menganggap ideologi PKI bertentangan dengan ideologi Pancasila. PKI, kata Ceu Popong, membelakangi sila pertama Pancasila yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Perbedaan sangat mendasar antara penganut komunis dengan non komunis di negara kita, perbedaaannya adalah komunis itu anti Tuhan. Sedangkan di golongan lain di luar komunis itu tidak ada yang anti Tuhan. Kalau kita kaitkan dengan dasar negara kita, kan udah jelas Ketuhanan Yang Maha Esa. Jadi terjemahannya adalah, sudah pasti bahwa di negara itu partai yang namanya komunis Indonesia itu, dulu namanya PKI, telah dibubarkan,” paparnya.

Ceu Popong mengingatkan agar jangan sampai generasi bangsa Indonesia dirasuki pengaruh paham komunisme. Jika ada pemuda Indonesia yang terpengaruh paham komunisme, lanjut Ceu Popong, menurutnya dia tidak lebih cerdas daripada kucing.

“Kucing ogeng aja tau atuh. Partai komunis itu dilarang di Indonesia. Jadi nggak usah ditanya lagi. Kenapa misalnya tidak boleh ada buku komunis, kenapa tidak boleh ada lambang palu arit dan sebagainya. Bener nggak. Jawabannya hanya satu macam, bahwa komunis itu bertentangan dengan ideologi negara kita yang nomor satu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Faham komunis itu anti Tuhan. Sudah nggak usah diperdebatkan lagi,” pungkasnya. (Ahmad)

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here