Jack Ma, CEO Alibaba. foto Istimewa/Nusantaranews
Jack Ma, CEO Alibaba. foto Istimewa/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Perusahaan e-commerce besar asal Cina, Alibaba Group Holding pada April tahun lalu baru saja mengakuisisi Lazada Group senilai US$1 miliar atau setara Rp13 triliun.

Selang enam bulan kemudian, di tahun yang sama Alibaba kembali mengakuisisi sebuah perusahaan terbesar di Tiongkok setelah sebelumnya menanam saham sebesar 28 persen. Waktu itu, salah satu perusahaan jaringan ritel terbesar di Tiongkok, Intime Retail Group diakuisisi Alibaba senilai Rp34 triliun.

Setelah melakukan sejumlah akuisisi, pada tahun 2017 CEO Alibaba, Jack Ma justru berkata lain.

Dilansir Reuters, Kamis (19/1/2017) Jack Ma membuat statemen berbeda dalam sebuah konferensi pers di Olympic untuk kesepakatan sponsor. Menurutnya, Alibaba tidak tertarik untuk mengakuisisi sebuah perusahaan.

“Saya tidak tertarik untuk melakukan akuisisi. Saya lebih tertarik pada kemitraan,” kata Ma dalam sebuah konferensi pers di Olympic kesepakatan sponsor Alibaba.

Ide Ma seolah sejalan dengan ambisi pemerintahan Cina yang tengah gencar menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, utama para pemimpin negara yang sedang berlangsung di World Economic Forum di Davos, Swiss.

Ketika ditanya tentang rencana perusahaannya untuk tahun ini, Ma mengungkapkan pihaknya akan menjalin kemitraan, bukan melakukan akuisisi.

“Kami ingin mencari mitra dan memberdayakan mereka untuk menjadi kuat,” katanya. (Sego/ER)

Komentar