CBA Kritik Perusahaan Langganan Proyek Kemnaker

0
Kantor Kemnaker/Foto Istimewa/Nusantaranews
Kantor Kemnaker/Foto Istimewa/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Koordinator CBA (Center for Budget Analysis) Jajang nurjaman mengkritik keras terhadap perusahaan yang menjadi langganan proyek Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Pada tahun 2017, Kemenaker yang dipimpin M. Hanif Dhakiri melalui direktorat bina kelembagaan pelatihan Dirjen Binalattas melakukan lelang “pengadaan Peralatan pelatihan 3R BBPLK Bekasi Kejuruan elektronik dengan HPS (Harga Prakiraan Sementara) sebesar Rp.19.779.516.680

“Pemenang lelang ini adalah PT. Adi Guna Wahana yang beralamat Bintoro Business Centre, Jln. RC. Veteran No.1 – I Rt, 001/003, Kel Bintoro, kec Pesanggarahan dengan harga penawaran sebesar Rp.19.749.430.000,” kata Jajang, Senin (27/2/2017).

Menurutnya, harga penawaran pemenang lelang perusahaan ini lalu tinggi dan mahal sehingga potensi kerugian negara tercatat sebesar Rp.375.371.404. Dirinya juga menambahkan bahwa perusahaan ini juga, sebetulnya tidak layak menang lantaran dari harga penawaran, PT. Adi Guna Wahana hanya menempati posisi pada Nomor 3 Saja.

“Yang paling aneh, PT. Adi Guna Wahana ini sebagai Pelanggan tetap untuk memenangkan tender tender pada kementerian yang dipimpin oleh Hanif Dhakiri. Sebagai contoh, perusahaan PT. Adi Guna Wahana pernah menang Lelang pada tahun 2016 untuk peralatan pelatihan Institusional kejuruan Elektronika dengan anggaran sebesar Rp.4.481.499.000,” sambung dia.

Dari potret tender seperti diatas, CBA meminta untuk KPPU (Komisi Pengawasan Persaingan Usaha) untuk melakukan penyelidikikan atas usaha tak sehat di kementerian yang dipimpin oleh Hanif Dhakiri ini. “Sedangkan potensi kerugian negara sebesar Rp. 375 juta, CBA meminta segera panggil pokja lelang pengadaan Peralatan pelatihan 3R BBPLK Bekasi Kejuruan elektronik untuk diminta keterangan Mereka,” tandasnya.

Editor: Romandhon

Komentar