Ekonomi

Catatan Italia Ihwal KTT G20 di Hangzhou

KTT G20 yang diselenggarakan Cina di Hangzhou 4-5 September. Foto via sputnik
KTT G20 yang diselenggarakan Cina di Hangzhou 4-5 September. Foto via sputnik

NUSANTARANEWS.CO – KTT G20 yang diselenggarakan Cina di Hangzhou 4-5 September lalu benar-benar telah mampu mendobrak perhatian dunia karena memiliki sejumlah kepentingan besar bagi perubahan dunia di masa mendatang.

Suksesnya pergelaran KTT G20 tersebut bahkan menuai pujian dari sejumlah pemimpin negara di dunia, salah satunya Italia. Menurut para ahli Italia, kesuksesan KTT G20 adalah bukti nyata kekuatan dan kualitas kepemimpinan Cina di ranah global, serta menjadi model baru dalam hal tata kelola ekonomi global.

“Di masa lalu, Cina memang telah tampil sebagai kekuatan ekonomi utama. Namun, kala itu Cina belum mau tampil di tingkatan global, padahal kekuatan kepimpinannya sudah sepadan dengan status barunya kini,” ujar seorang profesor ekonomi politik LUISS University fi Roma, Paolo Garonna.

Usai pertemuan di Hangzhou, kata dia, Cina telah memperlihatkan kepemimpinannya; kekuatan, kemampuan dan kulitas mereka untuk memberikan sebuah hasil.

Italia pun lantas membuka diri untuk menjalin kerjasama dengan Cina. Poin penting yang menjadi perhatian Cina dari ide yang dihasilkan di KTT G20 lalu ialah soal pemerintahan global yang lebih efisien.  Penekanan besar ihwal inovasi dan kerjasama terbuka sebagai pendorong utama pertumbuhan merupakan langkah dasar untuk kepentingan jangka panjang, berkelanjutan dan inklusif.

“Penekanan Cina bahwa pertemuan ini adalah langkah awal yang baru, tetapi ini merupakan sebuah sinyal kuat. Sebab, sudah banyak forum kerjasama internasional yang mencerminkan keseimbangan sosial, ekonomi dan politik sudah tidak ada lagi selain KTT G20,” kata Garonna.

Garonna pun menaruh harapan besar G20 dapat memberikan dorongan kuat terciptanya pemerintahan global yang tepat dan cocok untuk menghadapi realitas abad 21. Sebab, Cina telah terlanjur tampil untuk memberikan kepercayaan baru dalam menghadapi berbagai tantangan global di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Hubungan Masyarakat Sipil dan Non-Govermental Organizations di Kemenlu Italia, Antonio Cascio berpendapat bahwa KTT G20 di Hangzhou memberikan harapan pulihnya ekonomi global.

“Ekonomi global tentu pulih, namun pertumbuhan masih lambat dan tidak mampu memenuhi kebutuhan penduduk dunia,” katanya.

“Selain itu, ada fenomena global, seperti ancaman terorisme, krisis imigrasi, dan perubahan iklim, yang memiliki dampak serius pada pemerintahan global,” sambung dia.

Menurut dia, inovasi dan inklusivitas adalah dua gagasan utama yang menjadi fokus G20.

Inovasi jelas didefinisikan sebagai pendorong utama untuk pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan. Namun, KTT juga menunjukkan kesadaran yang jelas bahwa pertumbuhan saja tidak cukup, karena hasil pembangunan ekonomi tidak merata.

Untuk itu, KTT G20 harus konsisten dan fokus pada inovasi, inklusivitas dan berkelanjutan. Tapi yang paling urgen adalah memberikan jawaban kongkret tentang apa kebutuhan masyarakat dunia di masa depan. (Sego/Er)

Komentar

To Top