Ekonomi

Capaian Kinerja Diteriaki “Bohong”, Ini Jawaban Menteri Amran

Menteri Pertanian Amran Sulaiman/Foto Andika/Nusantaranews
Menteri Pertanian Amran Sulaiman/Foto Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mewakili kabinet kerja Presiden Joko Widodo menghadiri Jambore dan Silaturahmi Mahasiswa Indonesia di Bumi Perkemahan Cibubur, Sabtu, 4 Februari 2017.

Acara itu bertema “Meneguhkan Komitmen Menjaga Indonesia” itu dilaksanakan selama tiga hari, yakni Sabtu-Senin, 4-6 Februari 2017. Acara dimulai sekitar pukul 13.00. Mahasiswa menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Ketika panitia mempersilakan Menteri Amran ke panggung, mahasiswa malah melanjutkan menyanyi lagu Buruh Tani.

Amran memulai sambutannya dengan seruan “Hidup mahasiswa!” Para mahasiswa yang hadirpun membalas dengan seruan yang sama. “Aku teringat 15 tahun yang lalu,” ujar Amran. Namun mahasiswa belum tenang. Suara mereka bersahutan, “Hidup mahasiswa! Hidup mahasiswa!”

Amran melanjutkan berbicara dan berdiri saat berdiri di panggung. Amran menjelaskan tentang program kerjanya di Kementerian Pertanian. Di antaranya pengadaan kebutuhan petani kecil yang ditangani dengan program e-katalog.

Namun, tiba-tiba ada mahasiswa yang meneriakan “Bohong!” Lalu Amran menjawab, “Kalau ini bohong, hari ini juga aku berhenti jadi menteri.” Perkataan tersebut disambut riuh tepuk tangan para mahasisiwa. Kemudian merekapun nampak tenang mendengar penjelasan Amran.

Lebih lanjut, saat sesi tanya jawab, Edo seorang mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur menjelaskan kondisi pertanian di daerahnya yang berada di perbatasan, tentang sulitnya birokrasi pemerintah setempat untuk memperoleh bibit jagung gratis, pupuk gratis, dan traktor gratis dari Kementerian Pertanian. Amran pun berjanji akan langsung menindak lanjuti dengan mengajaknya pulang bersama dan berjanji besok ia akan langsung berangkat untuk mengembangkan pertanian daerah itu.

Begitu pula Agus Pranata, mahasiswa Universitas Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Dia mengatakan daerahnya pernah terkena asap dan gubernur membuat aturan warga tidak boleh membakar lahan. Namun, kata dia, petani mengeluhkan hal itu sebab tak ada cara lain bertani tanpa membakar lahan.

Amran berjanji kepada Agus akan membuat program untuk menyelesaikan persoalan di Kalimantan Tengah karena membakar lahan tidak baik. “Kami akan berikan solusi terbaik. Membakar tidak baik untuk generasi berikutnya,” kata Amran.

Ferdy, salah satu pembina panitia acara, mengatakan kegiatan ini diikuti 2.700 mahasiswa dari 400 perguruan tinggi seluruh Indonesia. (Richard)

Komentar

To Top