Connect with us

Budaya / Seni

Bumiayu Creative City Forum, Bakti Penyair Kepada Tanah Lahirnya

Published

on

Dimas Indiana Senja (paling Kanan) bersama teman Bumiayu Creative City Forum. Foto: Dok. BCCF

NUSANTARANEWS.CO, Bumiayu – Seniman, khususnya penyair memiliki fungsi sosial cukup tinggi. Ia tidak hanya bertugas merangkai-rangkai kata menjadi puisi/sajak, tetapi lebih dari itu ialah hadir ke dalam masyarakat untuk memanifestasikan kata-kata itu menjadi laku sosial dan laku kebudayaan.

Katika kesadaran untuk hidup di dalam masyarakat muncul dalam diri penyair, maka saat itulah penyair akan benar-benar hidup bersama masyarakatnya. Ia akan menjadi pendengar bagi suara-suara masyarakat kemudian menyuarakannya melalui bahasa sastra yang indah, memiliki makna, dan ada gunanya bagi masyarakat.

Barangkali, atas kesadaran itulah, Bumiayu Creative City Forum (BCCF) didirikan 20 Desember 2016 lalu. BCCF merupakan wahana atau ruang kreatif bagi para pemuda di Brebes Selatan yang diinisiasi/diprakarsai oleh penyair Dimas Indiana Senja.

“BCCF didirikan atas kesadaran untuk merangkul pemuda di Brebes Selatan, dan menggali potensi mereka untuk kemudian dikembangkan. Targetnya semua lapisan anak muda, baik pelajar, mahasiswa, anak rantau, maupun yang sudah bekerja,” tutur penyair yang menjadi peserta Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2016.

BCCF, kata penulis buku puisi “Suluk Senja” ini, memiliki 6 divisi yakni sastra, teater, musik, film, tari dan grafis.

“BCCF berinisiatif untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada, untuk itulah dibuat divisi, antara lain: sastra, tari, musik, film, teater, dan lukis. Bahkan bisa diperlebar lagi cakupannya,” tutur Dimas.

Kepada redaksi, sebagai penyair, cerpenis, esais sekaligus penghobby touring ini mengaku bahwa, BCCF inilah yang ia sumbangkan kepada kota tempat ia lahir. Pun sebagai baktinya kepada para pemuda yang memiliki mimpi besar untuk mengembangkan skill yang dimilikinya.

Pewarta/Editor: Ach. Sulaiman

Advertisement

Terpopuler