Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Djarot Kusumayakti/Foto: Dok. Setkab
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Djarot Kusumayakti/Foto: Dok. Setkab

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Para peternak ayam baik layer maupun broiler di berbagai daerah mengeluhkan kelangkaan jagung yang dijadikan bahan baku utama pakan ternak.

Mengatasi hal itu, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mengajak para peternak di berbagai daerah untuk bersama-sama mencari daerah-daerah penghasil jagung yang bisa dijadikan sebagai bahan baku pakan untuk keperluan bulan Juli mendatang.

“Saya ingin Bulog dan peternak sama-sama cari jagung lokal yang katanya ada, kabarnya ada, karena saya takut sendirian jangan sampai saya temukan jagung tetapi tidak sesuai spesifikasi,” ujar Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti di Jakarta, ditulis Kamis (15/6/2017).

Djarot menyampaikan, jika Bulog dan peternak mendapatkan jagung dengan spesifikasi yang sesuai keinginan peternak maka Bulog dapat melakukan serapan jagung untuk kemudian didistribusikan kepada peternak unggas.

Baca: Jagung Langka, Peternak Ayam Mengeluh ke Bulog

“Kalau peternak rakyat punya info jagung yang sesuai, tunjukan. Kalau peternak tidak cukup uang, Bulog yang akan bayarkan. Kalau memang tidak ada, harus berbesar hati peternak minta ke kementerian teknis seperti apa pemecahan¬† masalahnya karena Bulog tidak punya kapasitas,” ungkap Djarot.

Namun, lanjut Djarot, jika tidak ditemukan solusi terkait kelangkaan jagung yang terjadi saat ini, Djarot menegaskan, pihaknya siap jika akhirnya memperoleh penugasan untuk kembali impor jagung. “Kalau dengar ada jagung di lapangan saya pastikan 2×24 jam siapkan orang turun, saya akan kirim ke tempat yang membutuhkan,” ucap Djarot

Untuk diketahui, padahal sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berkelakar bahwa pemerintah telah menyiapkan stok jagung untuk para peternak kecil yang disediakan oleh Bulog.

“Jagung kami siapkan di Bulog, dengan harga Rp 3.000 lebih, dan stok ada banyak. Kami minta peternak kecil minta jagung ke Bulog. Kita dahulukan ke peternak kecil, itu perintah Presiden,” ucap Amran beberapa waktu lalu.

Pewarta: Ricard Andika
Editor: Achmad Sulaiman

Komentar