Mentan-Mendag Sidak tiga Pasar Tradisional di Jakarta. Foto Richard Andika/ NUSANTARAnews
Mentan-Mendag Sidak tiga Pasar Tradisional di Jakarta. Foto Richard Andika/ NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tiga pasar tradisional di Jakarta, Kamis 13 April 2017.

Kedua menteri kabinet kerja ini sidak untuk memastikan harga bahan pokok normal di pasaran. Mereka memulai blusukan di Pasar Senen, Jakarta Pusat, kemudian langsung meninjau harga tiga komoditas bahan pokok.

Enggar dan Amran langsung menuju kios daging, gula pasir, dan minyak goreng. Enggar pun menemukan harga gula pasir masih berada di Rp13.000 per kilogram lebih tinggi Rp500 per kilogram dari yang dijual di ritel.

Selanjutnya mereka langsung meninjau kios daging, cek harga daging kerbau impor asal India. “Ini daging kerbau Alana, lebih disukai. Disukai masyarakat karena susutnya sedikit,” kata Enggar ke Amran.

Kemudian Enggar dan Amran mengunjungi pedagang sayuran, Amran nampak kaget karena menemukan harga bawang merah terhitung tinggi yakni Rp 30.000 per kg. “Bawang Rp 30 ribu aduh! Di lapangan Rp 8.000 per kg di Temanggung ada ribuan ton,” ujar Amran.

Amran dan Enggar pun membicarakan masalah distribusi yang masih membuat harga naik di pasaran. Lalu Enggar pun meninjau harga tiga komoditas bahan pokok. Mereka ingin mengecek langsung harga dan ketersediaan daging, gula pasir, dan minyak goreng di pasaran dan tentu saja program satu harga.

Enggar menemukan harga gula pasir Rp 13.000 per kg, lebih tinggi Rp 500 per kg dari yang dijual di ritel. “Turunin jadi Rp 12.500, kalau enggak ya, enggak bisa bersaing,” ucap Enggar ke pedagang gula.

Kemudian kedua menteri ini beranjak ke Pasar Rawamangun di Jakarta Timur. Enggar mendapati harga daging ayam Rp32.000 per ekor, lebih mahal Rp2.000 dari yang dijual diritel. “Wah ini harganya Rp32.000 nih pak Amran,” ucap dia.

Sementara itu, di lokasi terakhir di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur keduanya cukup puas. Harga beras dijual murah Rp7.700 untuk jenis IR 64. “Yang ini berapa pak yang (beras) Vietnam?” tanya Amran ke Ayong seorang pedagang beras.

“Ini Rp7.900 karena harga bersaing kita juga bisa murah pak,” kata Ayong

Amran pun meminta pedagang beras untuk kembali menurunkan harga. Sebab harga beras di lapangan jenis IR 64 sebesar Rp7.000.

Sebab jika tidak, dia mengancam akan menggelontorkan beras Bulog ke pasaran. “Turunin lagi lah pak kalau nanti naik kita gelontorin lho,” tegas Amran

Meski demikian, pedagang beras tersebut mengaku siap menurunkan harga, asal pedagang lain juga kompak. “Tadi disuruh nurunin, ya nanti kalah saingan dia. Kalau bisa turunin kalau yang lain pada enggak mau gimana?” ucap Ayong.

Reporter: Richard Andika
Editor: Achmad Sulaiman

Komentar