Kepala BKPM Thomas Lembong saat konferensi pers paparan capaian realisasi investasi Triwulan III 2016 di kantor BKPM, Jakarta, Kamis(27/10/2016)/Foto Andika / Nusantaranews
Kepala BKPM Thomas Lembong saat konferensi pers paparan capaian realisasi investasi Triwulan III 2016 di kantor BKPM, Jakarta, Kamis(27/10/2016)/Foto Andika / Nusantaranews
Kepala BKPM Thomas Lembong saat konferensi pers paparan capaian realisasi investasi Triwulan III 2016 di kantor BKPM, Jakarta, Kamis(27/10/2016)/Foto Andika / Nusantaranews
Kepala BKPM Thomas Lembong saat konferensi pers paparan capaian realisasi investasi Triwulan III 2016 di kantor BKPM, Jakarta, Kamis(27/10/2016)/Foto Andika / Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membukukan realisasi investasi pada triwulan ketiga yakni Juli-September 2016 mengalami peningkatan. Termasuk realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA).

Realisasi investasi tercatat sebesar Rp 155,3 trilliun, meningkat 10,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Untuk PMDN mencapai Rp 55,6 trilliun yang meningkat 16,3 persen, sedangkan untuk PMA mencapai Rp 99,7 trilliun atau tumbuh 7,8 persen di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Dengan adanya implementasi kerjasama BKPM dengan Polri, Kementerian/Lembaga, serta Pemerintah Daerah dalam menciptakan jaminan keamanan untuk kegiatan investasi di Indonesia, hal ini memberikan kemudahan dan fasilitasi yang lebih baik kepada investor, termasuk memberantas dan membersihkan praktik pungutan liar(pungli) dalam pengurusan perizinan dan non-perizinan investasi,” ujar Kepala BKPM Thomas Lembong saat konferensi pers paparan capaian realisasi investasi Triwulan III 2016 di kantor BKPM, Jakarta, Kamis(27/10/2016).

Thomas juga menyatakan dengan tambahan capaian pada triwulan III tersebutm realisasi investasi Januari-September 2016 telah mencapai Rp453,4 triliun, meningkat 13,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp400 triliun.

Dia merincikan, realisasi PMDN selama Januari-September 2016 menanjak 18,8% atau setara dengan Rp158,2 triliun, sementara realisasi investasi PMA naik 10,6% atau setara dengan Rp295,2 triliun. Realisas investasi, baik PMDN maupun PMA sepanjang tahun ini, menurut Thomas, telah emncapai 960.041 orang.

Dari segi lokasi favorit, realisasi PMDN pada triwulan III paling banyak dilakukan di Jawa Timur sebesar Rp14 triliun, disusul Jawa Barat (Rp7,4 triliun), Banten (Rp7 triliun), DKI Jakarta (rp3,8 triliun) dan Sumatra Selatan (Rp3,6 triliun). Hal ini menunjukkan bahwa kontribusi Pulau Jawa terhadap investasi Indonesia masih sangat tinggi.

Sementara itu realisasi PMA berdasarkan lima lokasi proyek terbesar, Jawa Barat menempati peringkat teratas dengan nilai investasi US$1,6 miliar, disusul Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten dan Kalimantan Timur semuanya sebesar US$0,6 miliar.

Sepanjang periode Januari-September 2016, tercatat realisasi investasi di luar Jawa mencapai Rp203,2 triliun yang nilainya meningkat dibandingkan periode sebelumnya yakni sebesar Rp180,7 triliun.

Menurut Thomas, diperlukan berbagai upaya yang lebih intens dari kementerian dan lembaga terkait, termasuk pemerintah daerah untuk meningkatkan kegiatan investasi di luar Pulau Jawa, termasuk memberikan kemudahan penyederhanaan perizinan dan memfasilitasi permasalahan yang dihadapi para investor dalam merealisasikan investasinya.

“Berbagai korodinasi yang telah dilakukan oleh kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah sudah memberikan dampak positif berupa perbaikan peringkat kemudahan berusaha yang saat ini menempati posisi 91. penyederhanaan perizinan terntunya akan terus mendorong realisasi investasi,” imbuhnya. (Andika)

Komentar