Festival Pemuda dan launching Rumah Baca yang diresmikan oleh Bupati Nunukan melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, di Desa Mansapa, Nunukan Selatan, Nunukan, Minggu (23/10)/Foto ES/nusantaranews
Festival Pemuda dan launching Rumah Baca yang diresmikan oleh Bupati Nunukan melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, di Desa Mansapa, Nunukan Selatan, Nunukan, Minggu (23/10)/Foto ES/nusantaranews

NUSANTARANRES.CO – Menyadari akan semangat membaca yang saat ini mulai berkurang bahkan menurun membuat miris semua pihak yang perduli terhadap arah generasi ke depan. Tak terkecuali para pemuda dan pemudi di Kabupaten Nunukan.

Di daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut, puluhan Aktivis Muda yang tergabung dalam Relawan Kelas Inspirasi Nunukan tidak tinggal diam menyikapi masalah ini. Mereka menggelar Festival Pemuda dan launching Rumah Baca yang diresmikan oleh Bupati Nunukan melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, di Desa Mansapa, Nunukan Selatan, Nunukan, Minggu (23/10).

Pagelaran Festival tersebut direncanakan sampai dengan tanggal 28 Oktober 2016. Sedangkan untuk program Indonesia Mengajar akan terus berlanjut di tiap titik antara lain sekolah-sekolah dan di tempat lain.

Disamping itu, relawan Indonesia Mengajar dari berbagai Kota seperti Samarinda, Denpasar dan Jakarta bekerjasama dengan Kodim 0911/Nunukan bertekat mendedikasikan ilmu-ilmu yang mereka miliki untuk sebuah pengabdian, yakni turun langsung ke pelosok-pelosok Nunukan untuk memotivasi anak-anak terutama yang tinggal di pedalaman agar timbul minat dalam membaca.

Ketua Panitia Festival Pemuda Nunukan, Asegaf, mengatakan program Indonesia Mengajar akan menjadi salah satu kegiatan pokok dari gerakan mereka.

“Program ini disamping untuk memperkuat jalinan silaturahim, juga agar anak-anak timbul minat membaca. Kita menyadari, bahwa tidak sedikit anak-anak di Kabupaten Nunukan ini yang masih jauh tertinggal dengan anak-anak di perkotaan,” terang Asegaf kepada kontributor nusantaranews.co, Minggu (23/10) kemarin.

Menurut Asegaf, melalui program inilah diharapkan agar dengan membaca, mereka mendapatkan tambahan ilmu. Dan yang paling utama adalah mereka akan termotivasi untuk menjadi generasi yang handal. Sebab bukan hanya di Nunukan, di Indonesia saat ini minat baca dari generasi muda terutama anak-anak itu sangat menurun.

“Kita akan lakukan semacam spirit study di beberapa sekolah-sekolah, pun jika ada anak-anak di daerah pelosok yang kita jumpai belum fasih membaca, kami akan ajari mereka sampai tidak buta aksara lagi,” paparnya. (ES/red-02)

Komentar