Guberbur Bank Indonesia Agus Martowardojo di gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (24/10/2016). Foto: Andika/Nusantaranews
Guberbur Bank Indonesia Agus Martowardojo di gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (24/10/2016). Foto: Andika/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Bank Indonesia (BI) memperkirakan akan ada tren kenaikan harga minyak dunia pada 2017. Karena kenaikan tersebut, diperkirakan tentu akan mempengaruhi harga BBM di dalam negeri.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, kenaikan harga minyak dunia ini harus menjadi sebuah kewaspadaan tersendiri bagi pemerintah dan Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID).

“Kita mencoba koordinasikan kenaikan harga BBM itu bakal dilakukan kapan, itu penting, karena kalau harga BBM naik itu, yang akan merespon itu adalah harga angkutan umum, mulai dalam kota, luar kota, hingga tarif taksi,” ujar Agus di Gedung Bank Indonesia, Rabu (25/1/2017).

Agus menyampaikan, semula Bank Indonesia memperkirakan harga minyak dunia berada di kisaran US$ 45 per barel. Namun kemudian, pihaknya merevisi prediksi itu menjadi US$ 47 per barel.

Agus mengusulkan kepada pemerintah jika nanti ingin menaikkan harga BBM, harus ada pertimbangan waktu yang tepat.

‎”Kalau misal lagi panen, inflasi rendah, itu timing yang baik. Nah kita juga mesti lihat harga minyak dunia, nah hal ini yang kita lakukan supaya tetap terjaga,” kata Agus.

Dengan berbagai kemungkinan tekanan yang ada tersebut, Agus memperkirakan inflasi di 2017 akan berada di atas 4 persen.

Untuk mengimbangi berbagai tekanan inflasi itu, Bank Indonesia telah sepakat dengan pemerintah untuk mencoba menekan harga-harga bahan pangan.

Jika harga pangan bisa ditekan di kisaran 4-5 persen, maka inflasi yang tahun ini ditargetkan 3-5 persen dapat tercapai. (Richard)

Komentar

SHARE