Connect
To Top

BG Singgung Ancaman Radikalisme, Komunisme Hingga MEA

Komjen BIN3

KomJen Budi Gunawan/Foto Istimewa

NUSANTARANEWS.CO – Calon tunggal kepala BIN Komjen (Pol) Budi Gunawan (BG) dalam proses uji kelayakan di komisi I DPR memaparkan bahwa potensi ancaman yang harus dihadapi negara dewasa ini sangat kompleks, dan bersifat asimetris sehingga sangat sulit untuk dibaca.

BG misalnya memandang adanya indikasi ancaman dari kelompok berhaluan radikal ultra-nasional yang turut mencoba menancapkan pengaruhnya di Indonesia.

“Potensi yang juga perlu diwaspadai, adalah perkembangan aliran ekstrim karena radikalisme, terorisme, dan fundamentalisme yang semakin meningkat dengan provokasi dan infiltrasi dari luar ke dalam negeri seperti ISIS dan jaringan teroris Santoso,” ujar BG saat proses uji kelayakan di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Tidak hanya itu, kata BG, gerakan separatisme perlu juga diwaspadai. Keberadaan mereka, berada di dua wilayah di Indonesia, yakni Aceh dan Papua.

BG juga menekankan kewaspadaan terhadap munculnya kelompok kriminal bersenjata baik yang timbul dari dalam maupun yang datang dari luar negeri. Menurutnya, mereka merupakan ancaman nyata terhadap keamanan masyarakat. Misalnya fenomena penyanderaan terhadap WNI yang dilakukan oleh kelompok separatis Filipina, Abu Sayyaf.

Di sisi lain, BG menganggap komunisme merupakan ancaman yang belum benar-benar hilang. Ia menilai ada geliat dari kelompok ekstrimis kiri dengan tujuan utama mengubah ideologi dan dasar negara Indonesia. “Perkembangan aliran ekstrem kiri juga meningkat dengan berbagai paham anti-Pancasila seperti komunisme,” jelasnya.

Dalam konteks yang lebih luas, BG mengutarakan bahwa stabilitas ekonomi akan menjadi perhatian utama bagi BIN. Ia menekankan BIN dapat menjadi perangkat negara yang bisa mendukung pengembangan pertumbuhan ekonomi nasional.

Apalagi dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), tantangan negara menjadi lebih berat. Oleh karena itu, BG memastikan BIN akan menjadi katalisator bagi Indonesia dalam menghadapi MEA. Apalagi melihat situasi ekonomi dunia saat ini berada dalam posisi kurang baik sehingga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

BG memandang bahwa bekerja sesuai dengan undang-undang, bisa lebih menguatkan fungsi BIN dalam menghadapi segala ancaman terhadap negara. Terutama menjadi dasar bagi BIN untuk melakukan deteksi dini maupun peringatan dini sehingga semua ancaman atau potensi ancaman bisa kita eliminir sejak dini,” kata BG.(Hatiem)

Komentar