Ekonomi

Bersama Petani, GP Ansor Siap Bangkitkan Pertanian Nasional

Halaqoh Nasional Pertanian di Hall Asrama Haji Pondok Gede Jakarta/Foto Ahmad Hatim/Nusantaranews
Halaqoh Nasional Pertanian di Hall Asrama Haji Pondok Gede Jakarta/Foto Ahmad Hatim/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumash menyatakan pihaknya akan bersama petani untuk membangkitkan pertanian nasional. Tujuannya, untuk mewujudkan kedaulatan pangan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Untuk dapat mewujudkan kebangkitan nasional secara utuh, maka syaratnya kita harus membangkitkan terlebih dahulu kebangkitan pertanian di Indonesia,” ujar pria yang akrab dipanggil Gus Tutut pada acara Halaqoh Nasional Pertanian di Hall Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Gus Tutut menyatakan pertanian menjadi bidang yang selalu menjadi perhatian utama para founding father bangsa. Ia mengutip pesan presiden pertama RI Soekarno (Bung Karno) tentang pentingnya kedaulatan pangan bagi Indonesia.

“Bung Karno pernah berpesan bahwa persoalan pangan bagi rakyat adalah persoalan hidup atau mati,” paparnya.

Gus Tutut mengatakan betapa sering dirinya mendengar slogan only agriculture can feed the world yang artinya hanya pertanian yang dapat menghidupi dunia. Menurutnya, Makna dari slogan tersebut sebenarnya adalah pertanian merupakan sektor terpenting dalam kehidupan manusia

“Karena manusia akan selalu membutuhkan makanan selama hidupnya, dan hanya melalui kegiatan pertanianlah makanan akan tersedia di dalam kehidupan manusia,” jelasnya.

Tidak hanya Bung Karno, Gus Tutut mengungkapkan pendiri Nahdahtul Ulama Hadrotusy Syeikh KH Hasyim Asy’ari juga telah mewasiatkan bagi generasinya untuk turut serta membangkitkan pertanian negaranya.

“Dengan judul Keoetamaan Bertjotjok Tanam dan Bertani dengan judul kecil Andjoeran Memperbanyak Hasil Boemi dan Menjoeboerkan Tanah, Andjuran Mengoesahakan Tanah dan Menegakkan Ke’adilan. Tulisan satu halaman itu dimuat majalah Soera Moeslimin Indonesia No. 2 Tahun ke-2, 19 Muharom 1363/1944,” paparnya.

Reporter: Ahmad Hatim

Komentar

To Top