Ekonomi

Berkunjung Ke Menperin; Apple ‘Tak Sabar’ Bangun 3 Lokasi Di Indonesia

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbincang-bincang dengan Direktur South Asia Apple Michel Coulomb di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 25 Oktober 2016. Foto Dok. Kemenperin
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berbincang-bincang dengan Direktur South Asia Apple Michel Coulomb di Kementerian Perindustrian, Jakarta, (25/10/2016). Foto Dok. Kemenperin

NUSANTARANEWS.CO – Sesuai keterangan pers, Selasa (25/10/2016), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang medapat kunjungan dari Direktur South Asia Appel, Michel Coulomb. Dalam kunjungannya ke kantor Kemenperin, Michel Coulomb menyampaikan kedatagannya terkai kerjasama dengan pemerintah Indonesia.

Kepada wartawan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku pusat inovasi Apple akan dibangun di tiga titik di Indonesia. Airlangga menambahkan, kegiatan itu sebagai upaya untuk menciptakan teknologi digital terbaru.

“Pembangunannya akan melibatkan tiga lokasi research and development (R&D) di Indonesia,” ungkap Airlangga Hartarto secara tertulis, Selasa (25/10/2016) di Jakarta.

Pihaknya juga menambahkan jika pembangunan 3 lokasi tersebut bertujuan untuk pengembangan aplikasi yang dapat digunakan pada gawai yang mereka produksi.

Pada kesempatan itu pula, PT. Apple Indonesia juga memaparkan rencananya untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk telepon seluler 4G Lte.

Airlangga menilai, upaya Apple tersebut karena melihat potensi pasar yang menggiurkan di Indonesia. Sehingga pembangunan Apple di tiga titik di Indonesia mendesak untuk dilakukan.

“Apalagi negara kita terbesar dengan jumlah penduduk terbanyak di ASEAN,” ujarnya.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, jumlah pelanggan telekomunikasi seluler di Indonesia meningkat empat kali lipat, dari 63 juta menjadi 211 juta pelanggan. Bahkan, diperkirakan jumlah telepon selular yang beredar di Indonesia pada saat ini sebanyak 300 juta unit atau lebih besar dari jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 juta jiwa.

Itulah alasan kuat perusahaan asal Amerika Serikat tersebut begitu tergiur untuk membangun pusat Apple di Indonesia. (Adhon/Red-1)

Komentar

To Top