Berkunjung Ke Kebun Binatang

0
Merak Putih di Kebun Binatang "Ragunan"/Foto : Dok. Pribadi/Istimewa

BERKUNJUNG KE KEBUN BINATANG

Mencari wajah sendiri sejatinya hanya perlu cermin atau kaca, tapi jika yang kita butuhkan itu laku teladan, maka kebun binatang adalah mahaguru yang sesungguhnya.

Ketika kitab suci terbang ke langit tinggi dan fatwa agama tak sanggup menjadi pencerah langkah, maka kicau burung dan kepak sayap merpati seakan lebih mengerti suara hati.

Jiwa-jiwa dahaga bangsa ini seakan sedang tersesat di rimba raya.

Berguru pada semut yang selalu bertegur sapa dan saling menyalami, mencari rezeki bersama dengan melepaskan ego diri, maka pasukan semut menjadi perkasa karena bergerak bersama.

Belajar pada lebah, pantang resah dan lelah berburu madu, menari di atas putik bunga, betapa indahnya hidup jika saling merindu.

Di negeri ini, aku melihat cermin pecah terbuang di tempat sampah.

Rumah-rumah kaca hanya bersimbah air mata.

Rinduku dan rindumu, seakan hijrah menuju entah.

Berkunjung ke Kebun Binatang, tiba-tiba jiwa ini meronta: kenapa manusia lebih mudah menjadi palsu dan gemar berpura-pura?

Bahkan pada ular kita belajar rasa sabar, pada buaya ada hikmah air mata.

Ketika hidup hanya mampir berdoa, kenapa kebencian dan kerakusan bisa merajalela?

Sembari mendekap dada, antara menangis atau tertawa, kubayangkan damainya surga.

Alangkah indahnya jika di semua tempat ibadah ada taman bunga.

Lalu di Senayan sana, akan penuh pesona jika dibangun dengan kerjasama, kebun binatang dan semacamnya, tempat studi banding yang tanpa banyak biaya.

 

Gus Nas
Gus Nas

*HM. Nasruddin Anshoriy Ch atau biasa dipanggil Gus Nas mulai menulis puisi sejak masih SMP pada tahun 1979. Tahun 1983, puisinya yang mengritik Orde Baru sempat membuat heboh Indonesia dan melibatkan Emha Ainun Nadjib, HB. Jassin, Mochtar Lubis, WS. Rendra dan Sapardi Djoko Damono menulis komentarnya di berbagai koran nasional. Tahun 1984 mendirikan Lingkaran Sastra Pesantren dan Teater Sakral di Pesantren Tebuireng, Jombang. Pada tahun itu pula tulisannya berupa puisi, esai dan kolom mulai menghiasi halaman berbagai koran dan majalah nasional, seperti Horison, Prisma, Kompas, Sinar Harapan dll.

Gus Nas juga merupakan Pengasuh Pesan Trend Ilmu Giri, Bantul, DIY

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi karya baik berupa puisi, cerpen, dan esai dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Komentar