Mengiba Pada Mantan. Foto Ilustrasi/Nusantaranews
Mengiba Pada Mantan. Foto Ilustrasi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Hubungan asmara berakhir adalah perkara pelik. Saking peliknya, tak sedikit orang hampir mengalami keputusasaan. Mirisnya, ada sebagian orang justru menganggap hidupnya telah berakhir.

Dengan beragam motif, putus cinta kerap membuat seseorang nyaris kehilangan akal sehat. Oke kalau Anda dan mantan hendak memperbaiki hubungan yang sempat kandas. Tapi bagaimana jadinya bila kehendak tersebut hanya bertepuk sebelah tangan?

Dalam konteks hubungan asmara yang kandas, akal sehat memainkan peranan sangat krusial. Sebab, akal sehat menggiring seseorang untuk tetap optimistis dan rasional dalam menjalani hidup.

Melansir Viraljar, Minggu (22/1/2017) berikut beberapa langkah solutif agar orang yang belum mampu merubah dirinya ke arah masa depan usai mengalami kandasnya hubungan asmara. Langkah-langkah berikut juga ditujukan kepada mereka yang masih saja terbelenggu dengan mantan kekasih yang telah tega meninggalkan dirinya.

Pertama, berpikir rasional dan terima kenyataan. Tanamkan dalam pikiran bahwa hubungan Anda dengan pasangan sah telah berakhir. Anda berdua sudah tak lagi bersama. Anda harus menerima kenyataan sudah tak lagi bisa bersama. Anda harus memahami bahwa Anda tidak dapat berbicara dengan dia lagi. Anda tidak bisa bergaul dengan dia lagi. Anda tidak dapat memeriksa akun media sosialnya lagi. Anda harus menghapus pesan-pesan lama. Menghapus foto anda bersama dia. Hapus nomornya. Ini sudah berakhir. Terima itu. Sakit akan segera berakhir. Kamu bisa melakukannya!

Kedua, jangan buka komunikasi dengan teman mantan. Ya, Anda mungkin berteman dengan teman-temannya. Mungkin beberapa orang dari teman-teman itu adalah orang hebat. Tapi, ketika intensitas komunikasi Anda terlalu banyak dengan mereka maka tak menutup kemungkinan anda akan mengingat eks kekasih Anda lagi. Sakit lagi bukan!

Ketiga, ketika mantan kekasih mengajak Anda bersahabat itu sebetulnya dia sedang berdusta. Bagaimana tidak, Anda tidak bisa benar-benar berteman dengan mantan Anda. Jika Anda berteman dengan mantan Anda, hanya akan membuat terluka. Karena dia akan dengan orang baru dan itu akan membuat Anda semakin terluka. Apalagi kalau sampai Anda menganggap bahwa pacar baru mantan Anda tak jauh lebih baik dari diri Anda sendiri.

Keempat, dengan alasan belum mampu move on Anda lalu mencoba untuk mengirimkan pesan kepada mantan lewat berbagai media. Hal itu justru menunjukkan kalau Anda mengemis cinta kepadanya. Padahal, sang mantan belum tentu memiliki perasaan sama seperti yang Anda rasakan. Sebaiknya, tahan dan hindari sekuat mungkin.

Kelima, jangan menyakiti diri sendiri. Jangan membelenggu diri dengan setiap hal kecil memori tentang dia. Dia menyakiti Anda! Dia bodoh. Anda tidak harus ingat dia. Ini menyakitkan untuk memikirkan dia sepanjang waktu. Tapi berpikir tentang dia adalah sebuah pilihan. Anda tidak harus berpikir tentang dia jika Anda tidak ingin. Saya tahu bahwa setiap orang cenderung untuk melampirkan lagu kenangan. “Saya mengerti bagaimana sulitnya untuk tidak berpikir memori tentang dia ketika mendengarkan musik, tapi semua yang Anda harus lakukan, adalah mengubah lagu. Jangan biarkan diri Anda menderita.” Membuang atau menyumbangkan hadiah yang pernah dia berikan kepada Anda. Karena Anda sudah tak butuh lagi hal-hal yang membuat Anda mengingatnya kembali di masa depan.

Keenam, menghabiskan waktu bersama teman-teman. Seorang teman yang hebat akan mampu menghilangkan stres yang hinggap pada diri anda karena masih memikirkan mantan kekasih. Mereka akan memastikan bahwa Anda tidak berpikir tentang dia. Biasanya, ketika Anda kesepian, Anda berpikir tentang hal-hal yang anda tidak inginkan. Nah, jika Anda dengan teman-teman, Anda tidak akan pernah memiliki rasa bosan dan pikiran anda tentang mantan akan berkurang serta perlahan tapi pasti akan hilang dengan sendirinya. Percayalah, teman Anda dapat membantu Anda usai putus cinta. (Sego/ER)

Komentar