Anggota Komisi B DPRD Jatim Subianto/Foto Three
Anggota Komisi B DPRD Jatim Subianto/Foto Three
Anggota Komisi B DPRD Jatim Subianto/Foto Three
Anggota Komisi B DPRD Jatim Subianto/Foto Three

NUSANTARANEWS.CO – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyiapkan perlawanan jika pemerintah pusat nekat untuk menutup 9 pabrik gula di Jatim. Bentuk perlawanan yang dilakukan adalah membentuk tim khusus yang semuanya adalah akademisi di Jatim.

“Sekarang tim ini sudah turun di semua pabrik gula di Jatim terutama di BUMN. Tim ini nantinya akan mengevaluasi apakah benar BUMN ini yang mengelola pabrik gula menginginkan adanya penutupan. Rencananya hasil tim evaluasi ini oktober sudah selesai dan hasilnya dilaporkan ke Gubernur,” ungkap anggota Komisi B DPRD Jatim Subianto saat ditemui di kantornya, Kamis (2/2/2017).

Subianto mengatakan pihaknya menyesalkan rencana pemerintah untuk menutup pabrik gula di Jatim.”Yang harus dipikirkan itu nasib petani tebu yang memproduksi gula. Pemerintah bukannya menambah lahan tanamnya malah melakukan penutupan,”jelasnya.

Jika pemerintah nekat melakukan penutupan, kata Subianto, maka target swasembada gula di Indonesia akan gagal.

“Tentunya kalau ditutup sumbangsih Jatim untuk pergulaan nasional, cuma bisa menghasilkan 800 ribu ton gula,” jelasnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi jika pemerintah nekat menutup pabrik gula, Subianto mengaku pihaknya akan mendorong Gubernur Jatim Soekarwo untuk menolaknya.

“Saya tegaskan Jatim menolak secara tegas penutupan tersebut. Jika pemerintah nekat, maka kami akan lewat DPR RI untuk menghadang rencana tersebut,” tandasnya. (Three)

Komentar