Beligo atau Blonceng/Foto via satu harapan/Nusantaranews
Beligo atau Blonceng/Foto via satu harapan/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Beligo atau kundur (blonceng) atau sering juga disebut labu besar merupakan tumbuhan merambat yang ditanam karena buahnya dapat dimakan dan dianggap sebagai sayuran. Ketika mentah, beligo mempunyai tekstur permukaan yang halus dan berbulu. Namun saat matang, beligo akan kehilangan bulunya dan bertekstur lunak. Bentuk buah beligo ada dua macam, yakni bulat dan lonjong memanjang.

Beligo termasuk tanaman semusim. Sayuran ini mempunyai daya tahan baik. Dapat bertahan lama bila dirawat dengan baik. Beligo tidak mengenal musim panen. Namun biasanya akan berbuah sangat baik pada musim kemarau. Saat musim hujan tiba, biasanya buah beligo jauh lebih mudah busuk, sehingga Anda akan sulit mendapatkannya di pasar.

Di Asia Tenggara, sayuran ini sering dimanfaatkan untuk menu masakan maupun tanaman obat. Umumnya lebih sering digunakan untuk masakan. Buah yang sering dijuluki labu berbedak ini enak bila diolah menjadi sub atau sekedar direbus. Di Cina, sub beligo sering dibumbui dengan lada, bawang putih, dan jahe. Kaldu yang digunakan adalah kaldu sapi.

Perlu Anda ketahui, komponen utama penyusun beligo adalah air. Air merupakan komponen gizi yang tidak menyumbangkan energi, tetapi keberadaannya sangat diperlukan tubuh. Pasalnya, sekitar 75% tubuh kita tersusun oleh air. Karena itu, air diperlukan tubuh dalam jumlah banyak.

Secara umum, air berguna untuk menjaga suhu tubuh. Tanpa asupan air yang memadai, tubuh tidak mampu menghadapi lingkungan yang berubah-ubah. Air berperan sebagai pelarut makanan. Proses mencerna makanan, melarutkan, dan menyerap zat gizi sangat tergantung pada air. Oksigen yang kita hirup antara lain juga disumbah oleh air.

Dr. Rusilanti, M.Si., dalam Menu Sehat untuk Pengidap Diabetes Mellitus menyeut beligo termasuk sayuran yang rendah kalori. Energi yang disumbangkan dari 100 gram beligo segar hanya sebesar 13 kalori. Rinciannya adalah 3,0 g karbohidrat, 0,2 g lemak, dan 0,4 g protein. Karena itu, beligo sangatlah cocok bagi Anda yang sedang diet rendah kalori. Selain itu, beligo juga kaya serat. Dengan kandungan seratnya yang cukup memadai, beligo dapat berfungsi secara baik dalam proses penyerapan karbohidrat dan lemak dalam tubuh Anda.

Dr. Rusilanti menambahkan biligo mengandung komponen gizi lain, seperti kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B1, dan vitamin C. Kandungan kalsium pada beligo per 100 gram adalah 19 mg. Kandungan fosfor sebanyak 19 mg, zat besi 0,4 mg, vitamin B1 0,04 mg, dan vitamin C sebanyak 13 mg. Karena itulah, beligo diyakini juga sangat baik untuk kesehatan bahkan kecerdasan otak manusia.

Secara empiris, beligo sering digunakan sebagai obat penurun demam, mengobati radang tenggorokan, dan menurunkan kadar gula dalam darah. Beligo terbukti secara klinis mampu menurunkan kadar gula pasien diabetes mellitus. Lebih jauh, beligo juga mempunyai kemampuan mencegah inflamasi. Bagi Anda penderita asma dan osteoartritis, beligo baik untuk dikonsumsi.

Editor: Romandhon

Komentar