Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Foto Nusantaranews via beritasatu
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Foto Nusantaranews via beritasatu

NUSANTARANEWS.CO – Berbagai pro-kontra terkait pandangan Buya Syafii Ma’arif pada kasus dugaan penistaan surat al-Maidah oleh Basuki Thahaja Purnama (Ahok) terus bergulir. Tak sedikit orang yang mencerca namun banyak pula yang membelanya.

Bahkan gara-gara berbeda pandangan itu, Buya Syafii dicap telah berbohong. Menanggapi kasus tersebut, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, Senin (14/11/2016) melalui akun twitternya mengatakan Buya Syafii itu adalah ulama, ilmunya  tinggi dan akhlaknya baik.

“Terlepas dari soal ada beda pendapat, Buya Syafii adalah ulama. Ilmunya tinggi, akhlaqnya baik. Beliau bisa disebut ulama zuhud,” tulis Mahfud MD membela Buya Syafii Ma’arif.

Dirinya juga menegaskan bahwa apa yang dikatakan oleh Buya Syafii tidaklah bohong. Ia menilai Buya Syafii hanya mengemukaan pendapat bebeda.

“Menurut saya Buya Syafii tidak berbohong. Beliau hanya mengemukakan pendapat yang mungkin berbeda dengan orang lain. Dimana bohongnya? Astaghfirullah,” cuit Mahfud MD penuh tanya.

Pada kesempatan itu pula, salah seorang netizen bertanya padanya tentang apa definisi ulama menurut Guru Besar UII tersebut. “Bukankah Buya Syafii background pendidikannya sejarah dan bahasa, bukan ilmu agama?” Tanya netizen seakan ingin menegaskan.

“Duh, sudah deh berhenti ngomongin itu. Terserah saja, mau bilang apa. Masalahnya semakin melebar dan makin meremehkan Buya. Hati saya tak bisa banget,” jawab Mahfud MD. (MK/Nusantaranews)

Komentar