Rudal Balistik Korea Utara/AFP/Getty Image

NUSANTARANEWS.CO – Korea Utara mengumumkan telah melakukan uji coba rudal balistik berjenis Hwasong-12. Rudal balistik ini masuk jenis terbaru dari apa yang disebut rudal balistik antar-benua.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un dilaporkan KCNA menyaksikan langsung peluncuran rudal balistik Hwasong-12 itu pada, Minggu (14/5/2017).

Selain itu, rudal balistik Hwasong-12 juga disebut sejenis roket balistik medium long-range terbaru yang dapat membawa hulu ledak nuklir berat. Rudal tersebut mampu mencapai ketinggian 2.211,5 kilometer dengan indikasi bahwa itu adalah jenis baru dari rudal balistik jarak menengah (IRBM). Bahkan pejabat Jepang mengatakan rudal balistik milik Korut itu mampu mengudara selama setengah jam sebelum mendarat atau menghantam target.

Dilansir Associated Press, rudal balistik jenis Hwasong-12 milik Korut ini mampu terbang sejauh 787 kilometer (490 mil) dan memiliki kinerja sistem detonasi yang sangat akurat. Menhan Korsel tengah berupaya menganalisis secara mendalam untuk memverifikasi tentang fitur teknologi rudal tersebut. Jubir Korsel, Moon Sang Gyun masih belum percaya Korut mampu mengembangakan rudal balistik dengan teknologi secanggih itu.

Sementara, Korut mengklaim peluncuran rudal sukses setelah ditembakkan ke atas sebelum akhirnya mendarat di laut dekat Rusia. “Uji coba rudal terbaru Korea Utara menunjukkan tingkat kinerja yang belum pernah terlihat sebelumnya dari rudal Korea Utara. Tampaknya tidak hanya menunjukkan rudal balistik jarak menengah (intermediate ballistic missile/IRBM) yang memungkinkan mereka menyerang pangkalan A.S. di Guam, namun yang lebih penting, dapat mewakili kemajuan substansial untuk mengembangkan rudal balistik antar-benua (ICBM),” analisa proyek pemantauan yang berbasis di Washington Utara.

Usai uji coba rudal balistik Korut, posisi Korsel dikatakan semakin sulit dan runyam. Terutama terkait rencana Moon (Presiden Korsel) untuk berdialog dengan pemimpin Korut Kim Jong-un.

“Presiden menyatakan penyesalan mendalam atas fakta provokasi sembrono ini. Ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah kemenangan Moon. Presiden mengatakan kita akan membuka kemungkinan dialog dengan Korea Utara, namun kita harus tegas menghadapi provokasi ini untuk mencegah Korea Utara,” kata Sekretaris Kepresidenan Korsel, Yoon Young-chan.

Amerika Serikat juga mengambil sikap terkait peluncuran rudal balistik jenis Hwasong-12 milik Korut. Dewan Keamanan AS dilaporkan akan segera duduk bersama membahas sekaligus menyikapi persoalan super serius yang ditimbulkan Korut ini. AS berencana menekan Cina untuk memberikan sanksi tegas terhadap Korut, termasuk sanksi embargo minyak.

Co-Director Program Keamanan Global di Union of Concerned Scientists, David Wright mengatakan bahwa rudal itu memiliki jarak tempuh 4.500 kilometer (sekitar 2.800 mil). Ia menyebutkan kemungkinan senjata itu adalah rudal yang dipamerkan pada saat parade militer dalam rangka memperingati ulang tahun ke-105 kelahiran (day of the sun) pendiri Korut Kim Il Sung April lalu.

Terakhir, Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni mengakatakan negara G7 akan turut serta membahas bagaimana menghadapi risiko peluncuran rudal Korut terhadap keamanan global. “Ini adalah masalah serius bagi stabilitas dan keamanan global, dan saya yakin bahwa G-7 mendatang akan berkontribusi untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Paolo di Beijing. (ed)

Editor: Eriec Dieda

Komentar