Manspreading. Foto: Dok. ABC
Manspreading. Foto: Dok. ABC

NUSANTARANEWS.CO – Istilah ini mungkin kurang dikenal di negara kita. Akan tetapi, ketika anda mengetahuinya anda pasti akan mengatakan, “Oh, ya…”.

‘Manspreading’ baru-baru ini disetujui oleh para ahli sebagai tindakan umum yang keji. Madrid bahkan telah melarang hal ini. Tapi apa sebenarnya ‘Manspreading’ itu?

Dikutip dari The Independent, menurut kamus Oxford Online, manspreading menggambarkan “praktik di mana seorang pria mengambil posisi duduk dengan kakinya melebar, sedemikian rupa sehingga mengganggu pada tempat duduk yang berdekatan. Ini adalah perilaku yang biasa terlihat pada transportasi umum.

Para ahli saat ini mengaitkan tindakan mengambil tempat duduk dengan ukuran lebar tersebut sebagai tanda bahwa dirinya lebih dari wanita. Karena tindakan ini rata-rata dilakukan pria. Para pria menempati tempat sebesar-besarnya dalam angkutan atau fasilitas publik lainnya untuk menunjukkan kewibawaan kemudian merendahkan wanita, dimana para wanita harus berdiri atau menempati kursi sempit karena tindakan ini.

Tahun 2015 lalu, sebuah organisasi peduli fasilitas publik di New York mengupload video tentang tindakan manspreading  yang sengaja dibuat dan melakukan bagaimana kemungkinan perempuan juga melakukan hal ini. Dan kemungkinannya sangat tidak masuk akal bagi perempuan, karena jika perempuan yang melakukan ini banyak pria akan ‘melotot’ padanya.

Kemudian berdasar pada studi yang signifikan dan banyak perbincangan Otoritas Transit Metropolitan di New York akhirnya mengeluarkan kampanya menolak tindakan ini. Mereka juga mendorong adar pengguna transportasi umum untuk memberlakukan etika “sopan santun pada transportasi umum”.

Para ahli saraf juga kemudian mengkaji posisi duduk ini. Dalam keterangan wawancara yang dilakukan The Independent kepada seorang ahli saraf bernama John Sutcliffe menjelaskan bahwa tindakan duduk dengan cara tersebut  (manspreading) sebenarnya bisa menjadi masalah fisik, bukan egotisme belaka.

“Lebar keseluruhan panggul relatif lebih besar pada wanita dan sudut leher femoralis lebih akut. Faktor-faktor ini bisa berperan dalam membuat posisi duduk dengan lutut yang berdekatan kurang nyaman pada pria, ” tambahnya.

Lalu bagaimana di negara kita? Isu ini baik kiranya disebar luaskan dan menjadi bahasan serius untuk semakin memperbaiki kebiasaan tidak menguntungkan yang sering dijumpai di banyak ruang publik tersebut.  Mari menggunakan fasilitas transportasi umum dan ruang publik dengan sopan.

Penulis: Riskiana
Editor: Ach. Sulaiman

Komentar