Panel surya/Ilustrasi by Krisnaenergi
Panel surya/Ilustrasi by Krisnaenergi

NUSANTARANEWS.CO – Melambatnya laju pertumbuhan ekonomi akibat situasi batas yang sudah semakin tak menentu seperti menegaskan bahwa dunia kini tengah bersiap-siap memasuki era globalisasi gelombang ketiga. Sinyalemen dimulainya globalisasi tersebut semakin menguat seiring digagasnya inovasi teknologi terbarukan, salah satunya ialah dikampanyekannya energi dari panel surya.

Di Amerika Serikat, akan dimulai penjualan batere untuk kebutuhan rumahan dan bisnis. Sebagai perusahaan baterai terbesar, Tesla Motor menyatakan unit penyimpan daya listrik akan mengurangi ketergantungan konsumen terhadap pasokan dari jaringan listrik yang ada selama ini. Teknologi ini akan menjadi bagian dari gaya hidup yang bebas dari energi berbahan bakar karbon karena konsumen bisa menggunakan panel surya untuk isi ulang baterai.

Dilansir BBC, unit terkecilnya adalah Powerwall, dengan lebar sekitar 15cm untuk digantung di garasi atau di dalam rumah. Dan dengan kekuatan 10kWh, Powerwall bisa digunakan untuk tenaga cadangan atau untuk menjadi tempat penyimpanan energi dari panel surya.

Deutsche Bank memperkirakan penjualan batere ini akan mendatangkan keuntungan US$4,5 milyar (Rp58 triliun) bagi Tesla. (eriec dieda)

Komentar