Ibadah umrah di Makkah. Foto Ilustrasi/qatarliving
Ibadah umrah di Makkah. Foto Ilustrasi/qatarliving

NUSANTARANEWS.CO – Permintaan pemerintah Indonesia untuk tidak memberlakukan biaya pengenaan visa berbayar umrah bagi para jamaah haji mendapat respon positif dari Pemerintah Arab Saudi.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, Kamis (17/11/2016) yang membenarkan bahwa pemerintah Arab telah membatalkan visa berbayar umrah. Dalam keterangan persnya, Menag merasa bersyukur akhirnya kini masyarakat lebih bisa mudah untuk menjalankan ibadah ke tanah suci.

“Kita semua beryukur dengan pembatalan pengenaan biaya visa bagi jemaah haji dan umrah. Kami mengapresiasi kebijakan tersebut karena tidak akan menjadi kendala bagi mereka yang akan menunaikan ibadah ke tanah suci,” ujar Lukman Hakim di Jakarta.

Hal ini menyusul pengumuman pembatalan kebijakan untuk menerapkan visa berbayar bagi jemaah haji dan umrah yang disampaikan langsung oleh Raja Salman. Dengan demikian, kebijakan bebas visa ini kembali lagi pada kebijakan yang lama.

Hal senada disampaikan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil melelui siaran persnya. Dia mengaku info pembatalan kebijakan ini sesuai dengan harapan banyak Negara pengirim jemaah haji dan umrah.

“Awal November, Menteri Agama bersurat kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk mengecualikan jemaah umrah dari ketentuan membayar 2000 SAR,” jelasnya. (Ad/Red-01)

Komentar