Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Foto Richard Andika/ NUSANTARAnews.co
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Foto Richard Andika/ NUSANTARAnews.co

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyambut baik adanya rencana pemerintah untuk barter hasil perkebunan Indonesia dengan 11 pesawat Sukhoi SU-35. Menurut dia, pesawat tempur tersebut memang diminta oleh pihaknya untuk memperkuat alutsista pertahanan Indonesia.

Rencana barter Sukhoi? “Ya sangat bagus dong. TNI hanya mengajukan spek saja. Minta Sukhoi 35 lengkap dengan persenjataannya,” ucap Gatot saar di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Gatot mengungkapkan alasan Sukhoi SU-35 dipilih, karena pesawat tersebut adalah salah satu yang terbaik. Selain itu, Sukhoi SU-35 juga sudah diujicoba untuk perang. Sehingga TNI tidak merasa ragu lagi untuk mengajukan pembelian pesawat tersebut sebanyak 11 unit.

“Kita enggak ragu-ragu. Jangan kita membeli hal-hal yang belum pernah diujicoba dan kita yang ujicoba,” tutur dia.

Untuk diketahui sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah merilis berita terkait hasil kunjungan kerja Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ke Rusia 3-5 Agustus 2017 lalu.

Dalam rilis Kemendag disebutkan pembelian pesawat tempur Sukhoi SU-35 itu untuk mengganti armada F-5 Indonesia yang sudah usang. Enggar menyebutkan hal ini sebagai imbal dagang agar bisa saling menguntungkan Indonesia dan Rusia.

“Imbal dagang di bawah supervisi kedua pemerintah ini diharapkan dapat segera direalisasikan melalui pertukaran sebelas Sukhoi SU-35 dengan sejumlah produk ekspor Indonesia, mulai dari kopi, teh, minyak sawit, dan produk-produk industri strategis pertahanan,” ungkap Enggar.

Pewarta: Ricard Andhika
Editor: Romandhon

Komentar