Peta Indonesia/Ilustrasi NUSANTARANEWS.CO/Via Sejarah Indonesia
Peta Indonesia/Ilustrasi NUSANTARANEWS.CO/Via Sejarah Indonesia

NUSANTARANEWS.CO – Secara bertubi-tubi, berbondong-bondong, dan terbuka Warga Negara Asing (WNA), khususnya China, masuk ke Indonesia. Maksud dan tujuan WNA ke Indonesia diantaranya untuk berwisata dan bekerja.

Selebihnya, sebagian menetap dan kempali pulang ke negeri asalnya, meskti tanpa ada catatan pasti dari pihak imigrasi. Sementara yang menetap di Indonesia pun tanpa pengawasan massif dan kritis dari Kementerian Ketengakerjaan maupun oleh pihak kepolisian.

Ironisnya, pemerintah pura-pura tidak terjadi peristiwa serius ketika ketahuan ada WNA asing yang membawa bakteri dan pil extasi ke Indonesia. Tetapi, barangkali itulah cara pemerintah untuk tidak membuat masyarakat tidak cemas dan panik.

1,3 juta WNA China yang sudah masuk Indonesia dalam catatan terakhir, dan tahun depan akan lebih banyak lagi – sebagai turis – barangkali memang benar untuk tujuan pariwisata. Semoga!

Namun demikian, terlepas dari pikiran di atas, sikap waspada dan antisipasi adalah sikap yang wajar. Pun tak perlu dicemaskan pula sikap yang sedemikian adanya.

Karenanya, Dosen Damai dan Resolusi Konflik (DRK) Universitas Pertahanan (Unhan) Dahrin La Ode menyampaikan apa yang dia tahu soal maksud dan tujuan China.

“Yang saya tahu, bahwa memang Cina ingin menguasai Asean. Pintu masuk menguasai Asean melalui Indonesia. Orang Indonesia dianggap sebagai saudara tua di Asean,” ungkap Dahrin kepada nusantaranews.co baru-baru ini. (Sulaiman)

Komentar