Ekonomi

Austria Kecam Pajak Rendah Perusahaan Swasta di Uni Eropa. Apa Kabar Tax Amnesty di Indonesia?

Kanselir Austria Christian Kern
Kanselir Austria, Christian Kern/Reuters

NUSANTARANEWS.CO – Diakui ataukah tidak, sebagian besar orang saat ini tengah berlomba-lomba menumpuk dan mengumpulkan kekayaan sebesar-besarnya di tengah-tengah kondisi perekonomian dunia yang melambat dan terus mengalami penurunan. Akibatnya, sejumlah perusahaan besar enggan membayar pajak dalam jumlah yang besar demi menjaga keuntungan yang lebih besar pula.

Di sejumlah negara Eropa, seperti dilaporkan suratkabar Der Standard ketika wawancara dengan Kanselir Austria Christian Kern menyebutkan banyak negara di Uni Eropa yang justru menerapkan pajak rendah sehingga membuat perusahaan-perusahaan raksasa internasional tidak membayar pajak sebagaimana yang berlaku di negara-negara Eropa lainnya.

Kern mengecam keras kenyataan tersebut. “Perusahaan-perusahaan raksasa internasional seperti Starbuck dan Amazon di Austria membayar pajak lebih kecil dari warung sosis setempat. Setiap kafe di Wina, setiap kios sosis, membayar pajak di Austria lebih besar dibanding yang dibayarkan perusahaan multinasional,” sebut Kern seperti dikutip bbc, Minggu (4/9/2016).

Bahkan Kern menuding Belanda, Luksemburg dan Malta menunjukkan sikap nir solidaritas kepada negara Eropa lainnya karena menyepelekan struktur ekonomi Uni Eropa.

Ksanselir Kern menyebutkan, Facebook dan Google meraup keuntungan dari produk-produknya di Austria masing-masing lebih dari 100 juta Euro atau Rp1,4 triliun. Mereka, kata dia, menyedot habis-habisan anggaran iklan, tetapi sayangnya mereka tidak membayar pajak perusahaan atau bea iklan.

Beberapa waktu lalu, Apple mengajukan banding sebagai wujud penolakannya karena harus membayar tambahan pajak kepada Irlandia sebesar 13 milir Euro. Selain Apple, Komisi Eropa kabarnya kini tengah melakukan penyelidikan terhadap kesepakatan pajak yang diperoleh Fiat, McDonald, Starbuck dan Amazon. Lalu, apa kabar UU Tax Amnesty di Indonesia? (eriec dieda)

Berita Terkait:

  1. UU Tax Amnesty Tidak Adil Bagi Rakyat yang Taat Bayar Pajak
  2. Tax Amnesty Adalah Program Tukang Ngentit Uang Negara
  3. Tax Amnesty Menguntungkan Para Maling Uang Negara

Komentar

To Top