Menlu Italia, Angelino Alfano/Foto via ilgiornale/Nusantaranews
Menlu Italia, Angelino Alfano/Foto via ilgiornale/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Menteri Luar Negeri dari Kelompok Tujuh (G7) dan negara-negara sekutu di Timur Tengah mengadakan pertemuan di kota Tuscan, Italia. Menurut Yayasan Moneter Internasional, G7 merupakan negara-negara yang tingkat perekonomian maju di dunia. Negara-negara G7 mewakili lebih dari 64% kekayaan bersih global ($263 triliun).

Adapun negara-negara yang tergabung dalam G7 adalah  Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Britania Raya, dan Amerika Serikat. Dalam pertemuan di Italia, 10-11 April, hadir pula diplomat Turki, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania dan Qatar.

Menurut Menlu Italia, Angelino Alfano pertemuan G7 membahas persoalan di Suriah guna mencari solusi baru menyikapi persoalan politik Suriah yang tengah tidak kondusif menyusul serangan rudal AS pekan lalu.

“Setelah intervensi Amerika, peluang dan kesempatan telah dibuka untuk membuat kerangka kerja baru yang positif untuk menyikapi proses politik di Suriah. Kami yakin kerangka kerja baru ini adalah satu-satunya solusi,” ujar Alfano.

“Rusia tidak harus diisolasi. Melainkan perlu kiranya dilibatkan dalam proses transisi politik di Suriah,” tambah Alfano lagi. Menlu G7 dan lima diplomat dari Timur Tengah dikatakan Alfano bersepakat untuk bersatu-padu menyelesaikan persoalan di Suriah.

Pertemuan Menlu negara-negara G7 ini sengaja dihelat khusus membahas persoalan serangan AS di Suriah. Termasuk alasan di balik serangan AS, yakni mencegah pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia. Alfano sendiri mengatakan dirinya akan melakukan pembicaraan via telepon dengan otoritas Iran, Mohammad Javad Zarif untuk dimintai keterangannya soal penggunaan senjata kimia di Suriah.

“Iran dapat melaksanakan semua pengaruhnya terhadap rezim Suriah untuk menghindari serangan lebih lanjut terhadap warga sipil, dan menghentikan penggunaan senjata kimia,” ujar Alfano.

Penulis: Eriec Dieda

Komentar