Militer Amerika Serikat dan Korea Selatan. (Jung Yeon-Je/AFP/Getty Images)
NUSANTARANEWS.CO, Seoul – Amerika Serikat akan meluncurkan latihan militer gabungan dengan Korea Selatan dalam sepuluh hari ke depan menyusul ketegangan yang semakin meningkat antara Pyongyang dan Washington.
Latihan bertajuk Uli-Freedom Guardian, yang dilakukan setiap tahun, diharapkan berjalan sesuai rencana yang dijadwalkan dan dimulai pada 21 Agustus 2017, menurut juru bicara Pentagon Letnan Kolonel Christopher Logan.
Latihan ini bisa jadi semakin memicu ketegangan lebih besar antara Korea Utara dan tetangganya, Korea Selatan. Sebelumnya, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengkritik keras hubungan dekat antara Seoul dan Washington.
Isu ketegangan antara AS-Korea Utara versus Korea Selatan memang telah menjadi rahasia publik internasional karena selalu tak luput dari pemberitaan. Meski situasi diisukan selalu memanas, nyatanya ketegangan tersebut disadari atau tidak telah dimanfaatkan untuk memamerkan kecanggihan alutsista dan kekuatan militer negara-negara tersebut.
Kini, kesempatan untuk menunjukkan kekuatan dan kebolehan berperang akan dipertontonkan AS dan Korea Utara dalam aksi bertajuk latihan bersama. Kedua negara terus menunjukkan kekuatan untuk fokus latihan militer di laut, darat dan udara. Kali ini, latihan gabungan ini dilaporkan akan melibatkan puluhan ribu tentara.
Waktu latihan gabungan AS-Korea Selatan ini menimbulkan kekhawatiran sebagian pihak. Pasalnya, dalam jangka waktu tersebut Pyongyang berencana menembakkan empat rudal balistik jarak jauh Hwasong-12 ke wilayah Guam di AS.
Sebelumnya, tentara AS dan Korea Utara pernah membuat marah besar Korea Utara. Sebab, pada latihan sebelumnya tentara AS dan Korea Selatan diketahui melakukan aksi simulasi pemenggalan kepala yang dinilai demonstrasi untuk membunuh Kim Jong-un dan beberapa tokoh kunci negara sekutu tradisional China itu.
Korea Selatan menjadi tuan rumah jumlah tentara AS terbesar ketiga di luar negeri, menyusul penempatan di Jepang dan Jerman.
Sekitar 35.000 tentara AS ditempatkan di 83 lokasi di Korea Selatan, dengan hubungan AS-AS membentang kembali ke Perang Korea 1950-1953.
Awal tahun ini, AS juga memasang sistem pertahanan THAAD di Korea Selatan, yang menggunakan rudal pencegat untuk menghancurkan ancaman yang masuk saat masih berada di udara. Sinyal ini jelas dalam rangka mengantisipasi serangan rudal balistik Korea Utara. (ed)
Editor: Eriec Dieda

Komentar