Ilustrasi tidur siang di kantor/Foto: Irish Daily Star
Ilustrasi tidur siang di kantor/Foto: Irish Daily Star

NUSANTARANEWS.CO – Seorang anggota dewan kota Overtornea di Utara Swedia, Per-Erik Muskos mengatakan arti penting waktu satu jam bagi para pekerja untuk sekadar pulang ke rumah membahagiakan keluarga, terutama memberikan seks kepada pasangan. Menurutnya, hal tersebut amat perlu dilakukan demi meningkatkan produktivitas di tempat kerja.

“Ada penelitian yang menunjukkan manfaat kesehatan dari seks,” kata Muskos kepada AFP. Ia dengan senang hati memberikan dukungan kepada para pekerja untuk memanfaatkan waktu istirahat kerja tersebut pulang ke rumah menyenangkan pasangan dan keluarga.

“Saya percaya seks adalah komiditi yang langka dalam sebuah hubungan jangka panjang. Kehidupan sehari-hari kerap membuat orang stres. Dan anak-anak di rumah. Ini bisa menjadi kesempatan untuk menikmati privasi,” ujar Muskos kepada surat kabar Swedia, Norrbottens Kuriren.

Muskos menyesalkan banyaknya pasangan yang tidak punya banyak waktu untuk bersama pasangan dan keluarga. Padahal, kata dia, kebersamaan tersebut sangat baik untuk meningkatkan kualitas hubungan jangka panjang. Dalam kenyataan ini, masih banyak para bos dan petinggi perusahaan yang tampak enggan memahami kebutuhan psikis para karyawannya. Muskos menilai, pernting kiranya memberikan para pekerja sex break dengan benar.

“Tentu saja anda tidak dapat menjamin para pekerja bisa memilih waktu semaunya untuk sekadar berjalan-jalan atau berliburan,” imbuhnya. Muskos juga menekankan pentingnya kepercayaan antara bos dan karyawan mereka.

Dalam beberapa tahun terakhir, jam kerja di Swedia berlangsung selama enam jam. Hal ini seiring dengan peningkatan jumlah perusahaan di Swedia. Waktu enam jam kerja selama satu hari itu disebut untuk meningkatkan produktivitas dan membuat orang lebih bahagia serta memastikan para pekerja memiliki energi yang cukup untuk menikmati kehidupan pribadi mereka.

Waktu enam jam kerja dalam sehari ini menrutu sebuah riset ekonomi Coe-Rexecode adalah yang terendah di Eropa setelah Finlandia dan Prancis. Pada 2015 silam, rata-rata bekerja hanya 1.685 jam, sementara di Inggris 1.900 jam kerja.

Penulis: Eriec Dieda

Komentar