Connect
To Top

Armada Laut China Sudah Berani Menerobos Perbatasan NKRI

Kapal Coast Guard China

Kapal Coast Guard China

NUSANTARANEWS.CO – Jum’at, 19 Maret 2016, KRI Oswald Siahaan-354 yang sedang berpatroli di Perairan Natuna pada posisi 05° 16’ 00” Lintang Utara dan 110° 14’ 00” Bujur Timur, tiba-tiba dari pantauan radar mendeteksi sebuah kapal nelayan asing yang diduga melakukan kegiatan illegal fishing. Dengan kecepatan tinggi, KRI Oswald Siahaan pun segera mengejar kapal nelayan tersebut yang terlihat sedang berusaha kabur dengan cara zig zag.

Melihat kapal nelayan itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti, KRI Oswald Siahaan pun segera melepaskan tembakan peringatan ke arah haluan dan buritan kapal. Sementara tidak jauh dari lokasi kejar-kejaran, terlihat sebuah kapal patroli China menyaksikan peristiwa penembakan itu dalam kondisi siaga di luar batas perairan.

Tak lama kemudian kapal asing itu pun berhasil dihentikan. Tim Visit Board Search and Seizure (VBSS) KRI Oswald Siahaan segera diluncurkan untuk melakukan pemeriksaan di atas kapal yang ternyata diawaki oleh delapan orang ABK yang semuanya merupakan warna negara komunis China. Hasil pemeriksaan sementara, kapal nelayan tersebut diduga menangkap ikan di wilayah yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi dengan dokumen perizinan yang sah.

Seperti kita ketahui bersama bahwa belakangan negara komunis itu telah mulai berani mengklaim perairan di sekitar Laut China Selatan sebagai “wilayah perikanan tradisional” mereka. Bahkan negara komunis itu tidak main-main dengan klaimnya, insiden 19 Maret 2016 lalu merupakan bukti nyata dari sikap imperialismenya.

Peristiwa “Insiden Maret” berawal ketika kapal patroli TNI AL KRI Hiu berhasil menangkap kapal nelayan Kway Fey di perairan Indonesia. Tapi upaya penyitaan itu berhasil digagalkan oleh sebuah kapal patroli China yang nekat menerobos batas wilayah dan melakukan penabrakan terhadap kapal Kway Fey hingga rusak parah. Tak lama berselang muncul Coast Guard China kedua, yang berada dalam posisi siap tempur. Kalah jumlah dan senjata, TNI AL akhirnya membiarkan Kway Fey yang rusak parah dibawa keluar perbatasan perairan NKRI. Insiden Kway Fey menjadi menarik karena sudah menghadirkan armada laut China di sekitar perairan Kepulauan Natuna.

Insiden ini jelas merupakan upaya “coba-coba” negara komunis itu untuk melihat reaksi pemerintah Indonesia, siapa tahu bisa berhasil seperti Malaysia yang sukses mencaplok Sipadan Ligitan. Dengan klaim sepihak dan insiden pelanggaran batas wilayah perairan Natuna tersebut, jelas Kepulauan Natuna sudah menjadi bidikan negara imperialis itu? (Banyu)

Komentar