Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono/Foto Dok. Pribadi/Nusantaranews
Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono/Foto Dok. Pribadi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Setelah permintaanmaafnya ke PDI Perjuangan karena aibat pernyataannya yang kontroversial, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono kini malah memuji-muji Presiden Joko Widodo.

Bahkan, Arief memprediksi Jokowi bisa sukses kembali menjabat di periode kedua (2019-2024) karena capaian pemerintahannya selama ini.

“Melihat prestasi Jokowi yang bakal meraih kesuksesan, sepertinya bukan tidak mungkin Jokowi akan terpilih kembali jika mencalonkan kembali sebagai Capres 2019,” ujar Arief dalam keterangan tertulis yang diperoleh, Selasa (8/8/2017).

“Hampir tiga tahun pemerintahan Joko Widodo sudah mulai menunjukan arah kemajuan yang nyata, yang mulai dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Menurut dia, yang jadi ukuran nyata adalah inflasi dapat terkendali dan tidak ada tanda tanda krisis perbankan-keuangan. Meskipun banyak negara lain sedang menuju krisis dan pelemahan ekonomi juga ledakan pengangguran.

“Dalam 10 tahun terakhir pemerintahan SBY, bisa kita lakukan perbandingan dengan tiga tahun pemerintahan Jokowi, di mana tidak ada lagi petani alami kesulitan untuk mendapat pupuk bersubsidi dan tidak ada kelangkaan BBM dan gas 3 Kg, padahal harga BBM tidak disubsidi,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, sembako tersedia dan harganya dapat dijangkau masyarakat. Mengenadi suplai logistik, Arief menilai patut dibanggakan di mana pemerintahan ini berhasil menurunkan dwelling time dan menggelar pemberantasan pungli.

Arief juga memuji Jokowi dalam hal pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur. “Pemerintah juga sangat disiplin dalam pengunaan utang, sehingga lebih efisien dan nyata. Kampanye negatif tentang utang negara yang dilakukan pemerintahan Jokowi hanya ketakutan dari berbagai pihak yang tidak jujur bahwa pemerintahan Jokowi akan mengalami kesuksesan yang gilang gemillang,” papar dia.

Politikus yang seringkali beroposisi terhadap pemerintah ini menyatakan, bahwa pengelolaan BUMN di era Jokowi semakin transparan. Peran dari BUMN yang langsung mengambil proyek-proyek infrastruktur berjalan efektif dan bergerak lebih cepat.

Hal yang sangat mengejutkan, kata Arief, kinerja pasar saham mengalami kinerja yang luar biasa hingga IHSG tembus pada kisaran Rp 5000 per lembar saham.

Pewarta: Richard Andhika
Editor: Ach. Sulaiman

Komentar