Ekonomi

Arab Saudi Mitra Penting Ekonomi dan Perdagangan

Jokowi dan Raja Salman/Foto via Liputan6
Jokowi dan Raja Salman/Foto via Liputan6

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kerja Sama Parlemen Indonesia dan Arab Saudi, Tamsil Linrung, menilai bahwa Arab Saudi merupakan mitra penting Indonesia di bidang ekonomi dan perdagangan.

“Meskipun nilai perdagangan kedua negara mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir ini, namun tentu kita berharap nilai perdagangan kedua negara dapat ditingkatkan,” ungkapnya kepada wartawan di Gedung DPR/MPR RI usai Pidato Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz Al Saud, Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Seperti diketahui, total volume perdagangan kedua negara pada 2015 lalu sebesar US$5,48 miliar. Sedangkan pada tahun 2016, terhitung dari bulan Januari sampai Oktober, tercatat sebesar US$3,39 miliar.

Arab Saudi, menurut Tamsil, adalah pasar yang besar untuk ekspor berbagai produk halal Indonesia. Oleh karena itu, Tamsil berharap pasar ekspor halal Indonesia ke Arab Saudi semakin meningkat ke depan.

“Saya menyambut baik rencana investasi Arab Saudi di Indonesia sebagai tindak lanjut kesepakatan kerjasama Jeddah September 2015. Perlu kiranya agar pengusaha Arab Saudi melakukan diversifikasi investasi di Indonesia, seperti di bidang energi, pertanian dan infrastruktur maritim,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS itu.

Di sisi lain, Tamsil mengatakan bahwa lawatan raja berjuluk ‘Penjaga Dua Kota Suci’ tersebut menjadi momentum bersejarah dan berkah bagi Bangsa Indonesia. Hal itu dikarenakan atas kebijakan dan kemurahan hati Raja Salman, kuota haji Indonesia telah kembali ke angka 211 ribu jamaah dan bertambah 10 ribu pada musim Haji 2017 ini.

“Kebijakan pemulihan kuota haji ini sangat berarti bagi umat Islam di Indonesia. Pasalnya kuota haji dan daftar tunggu selalu menjadi masalah setip tahunnya. Kami sangat berterimakasih atas kebaikan hati Raja Salman,” kata Anggota DPR dari daerah Sulawesi ini.

Oleh karena itu, dirinya berharap, baik parlemen Indonesia atau Arab Saudi yang berbentuk Majelis Permusyawaratan (Majlis as-Syura) dapat terus menjaga hubungan baik ini.

“Momen bersejarah ini bisa terlaksana karena adanya hubungan baik antara parlemen kedua negara yang dibangun selama ini,” ungkap Tamsil menambahkan.

Reporter: Rudi Niwarta

Komentar

To Top