Berita Utama

Arab Saudi dan Turki Saling Berebut Sektor EBT Indonesia

turkey and saudi/Foto ilustrasi/dailyazadiquetta
turkey and saudi/Foto ilustrasi/dailyazadiquetta

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Diskurus tentang keberlangsungan nasib ketahanan energi dunia, sektor energi baru terbarukan (EBT) Indonesia saat ini menjadi salah satu primadona yang mampu memikat banyak negara-negara internasional. Ini tak belebihan mengingat letak geografis Indonesia yang berada di bawah garis khatulistiwa sekaligus sebagai negara kepulauan, menjadikan Indonesia benar-benar memiliki potensi EBT yang melimpah.

Mengingat masa depan energy security (ketahanan energi) kelak bertumpu pada sektor EBT, banyak negara-negara dunia seperti Arab Saudi dan Turki kini tengah berlomba-lomba berebut pengaruh di sektor EBT Indonesia.  Kantor berita AFP baru-baru ini memberitakan bahwa pemerintah Arab Saudi tengah memburu perusahaan pembangkit energi surya dan angin.

Kementerian Energi Arab Saudi memberi keterangan, salah satunya proyek pembangkit 300 megawatt energi surya yang akan dibangun di Provinsi Al-Jouf di bagian utara kerajaan. Proyek keduanya adalah pembangunan pembangkit energi angin 400 megawatt di Tabuk, Saudi barat laut. Hingga Maret perusahaan-perusahaan mesti menyampaikan dokumen penawaran pra-kualifikasi dan mereka yang lolos akan diumumkan pada 10 April.

Menlu RI Retno Marsudi tak membantah bahwa kunjungan Raja Arab ke Indonesia untuk melakukan penanaman investasi sebesar 25 miliar dolar AS atau Rp 334 triliun. Dirinya mengatakan bahwa pembangunan refinery di Cilacap, nilainya 6 miliar dolar AS.

Baca:
Arab Banting Setir Lirik Potensi Energi Terbarukan Indonesia
Perusahaan Pembangkit Energi Surya dan Angin Diburu Arab Saudi
Perusahaan Asal Turki Bidik Aceh untuk Jajakan Investasi Listrik Tenaga Angin
Indonesia Darutar Grand Strategy Energy Security

Demi mencanangkan program energi hingga 2030 mendatang, pemerintah Saudi Arabia tampaknya telah menyiapkan grand strategy energy security. Sebagaimana yang disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jum’at (24/2) lalu, pemerintah Arab berupaya melakukan kerjasama untuk meningkatkan investasi di luar minyak dan gas (non migas) di Indonesia.

Sementara itu, perusahaan Turki baru-baru ini juga tengah membidik kota Aceh sebagai tempat untuk menanam investasi di bidang listrik tenaga angin. Managing Director Egeres Enerji, Gunkut Kurtaran mengungkapkan bahwa perusahaannya tertarik untuk investasi pembangkit listrik tenaga bayu atau angin di Indonesia.

Kantor berita Antara melaporkan, perusahaan asal Turki itu tertarik menjajakan investasinya di Kota Banda Aceh. “Kami tertarik menanamkan investasi pembangkit listrik tenaga bayu di Kota Banda Aceh,” ungkap Gunkut Kurtaran, Selasa (24/1) lalu.

Penulis: Romandhon

Komentar

To Top