Ilustrasi Chemsex. (Getty Images)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pemerintah Inggris menindak keras terhadap pelaku Chemsex karena kematian terkait obat meningkat tajam.

Chemsex adalah obat pengantar yang melibatkan pasangan menggunakan obat-obatan untuk meningkatkan pengalaman seksual. Perilaku ini umumnya biasa terjadi pada komunitas gay, tetapi kini sudah mulai merebak di kalangan pasangan lain jenis dan biasanya melibatkan obat-obatan adiktif serius macam meth crystal, GHB atau mephedrone. Demikian laporan yang dikutip Daily Express, Sabtu (15/7/2017).

Chemsex relatif baru di Inggris. Padahal, perilaku ini sudah ada sejak satu decade yang lalu di Amerika Serikat.

Dikatakan, meth crystal, GHB dan mephedrone ini popular di pesta Chemsex. Mephedrone sendiri legal di Negara-negara Uni Eropa hingga tahun 2010 silam. GHB atau G dapat mengurangi hambatan, dan meth crystal atau methamphetamine dapat menyebabkan seseorang merasa gembira dan berenergi.

Ketiga jenis obat-obatan tersebut berbahaya untuk dikonsumsi, terutama GHB bila dicampur dengan alcohol karena bisa menyebabkan overdosis. Akibat konsumsi obat-batan tersebut, banyak orang lalu menghindari penggunaan kondom saat bersenggama. Hal ini lantas membuat para pejabat di Inggris khawatir akan penyebaran HIV/AIDS, utamanya di komunitas gay.

Statistik Home Office menyatakan kematian terkait obat meningkat sebesar 10,3 persen pada tahun 2015 lalu dan telah menyebabkan petugas kesehatan sibuk mengantisipasinya.

Guna mengatasi dan mengantisipasi permasalahan ini, dirilis berbagai upaya seperti tindakan intervensi, perawatan, peningkatan program pendidikan dan memberikan dukungan kepada petugas untuk melakukan langkah-langkah antisipasi.

Pewarta: Eriec Dieda

Komentar