Alissa Wahid Putri Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Foto Fadhilah/Nusantaranews
Alissa Wahid Putri Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Foto Fadhilah/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid menerangkan kondisi setahun terakhir bangsa Indonesia mengalami ketegangan. Ketegangan tersebut diwarnai dengan isu SARA yang dapat memicu retaknya keharmonisan hubungan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, isu SARA muncul karena adanya kelompok religion of eksklusivisme yang hanya menawarkan konsep ukhuwah islamiyah (persaudaraan umat Islam) saja. Sedangkan kiyai-kiyai di Indonesia tidak hanya menawarkan konsep ukhuwah islamiyah saja, melainkan ada ukhuwah bashariyah (persaudaraan umat manusia) dan ukhuwah watoniyah (persaudaraan berbangsa).

“Mereka muncul menawarkan konsep ukhuwah islamiyah. Sedangkan kiyai-kiyai Indonesia menawarkan ukhuwah islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah watoniyah (persaudaraan bangsa) dan ukhuwah bashariyah (persaudaraan umat manusia),” kata dia, saat dikonfirmasi redaksi Nusantaranews, Selasa (23/5/2017) di Jakarta.

Ia juga merasa sedih terhadap ancaman serius terhadap persatuan dan kesatuan bangsa pasca Pilkada DKI berlangsung. Menurutnya Pilkada Jakarta hanyalah trigger bagi kelompok fundamental untuk menampakan wujudn aslinya.

“Yang ingin kita bicarakan sebenarnya mau dibawa kemana kita meletakkan agama dalam berbangsa dan bernegara. Sedangkan selama ini agama dan nasionalisme tidak pernah bertentangan,” imbuhnya.

Putri Gus Dur tersebut meminta kepada seluruh rakyat Indonesia agar berperan aktif dalam membangun bangsa sesuai dengan nilai-nilai yang telah disepakati bersama oleh founding fathers. “Jadilah warga negara yang aktif dan ikut membentuk Indonesia dengan nilai-nilai yang telah disepakati bersama,” pungkasnya.

Reporter: Ucok Al Ayubbi
Editor: Romandhon

Komentar