Garam Jawa Timur/Foto Istimewa/Nusantaranews
Krisis Garam/Foto Istimewa/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Niat pemerintah menekan impor garam industri mendapat tantangan. Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) memperkirakan kebutuhan garam industri pada 2016 meningkat menjadi 2,3 juta ton.

Proyeksi tersebut sejatinya hanya naik tipis dari kebutuhan garam industri tahun ini sebanyak 2,1 juta ton-2,2 juta ton, karena perekonomian yang lemah. Adapun, total kebutuhan garam nasional tahun ini, termasuk garam konsumsi rumah tangga, mencapai 3,6 juta ton.

Ketua Umum AIPGI Tony Tanduk bilang, ada dua perusahaan yang sudah menyampaikan kebutuhan garam industri untuk mendukung ekspansinya pada 2016, yaitu PT Asahimas Chemical sebanyak 850.000 ton dan PT Sulfindo Adiusaha sebanyak 500.000 ton.

Meskipun Tony mengaku belum menghitung proyeksi impor garam industri pada 2016. Namun dia memperkirakan kenaikan impor akan seiring dengan kenaikan kebutuhan.

“Produksi garam rakyat saat ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan industri,” ujar Tony dalam diskusi yang bertajuk ‘Persimpangan Industri Garam’ di Restoran Penang Bistro Jakarta, Senin (26/9/2016).

Untuk diketahui, produksi garam lokal rata-rata hanya 1,7 juta ton per tahun. Namun tidak seluruhnya memenuhi spesifikasi garam industri, yaitu kadar NaCl di atas 97%.

Sementara itu, menurut pengamat ekonomi Faisal Basri, di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat, seharusnya pemerintah menjaga keberlangsungan bahan baku garam untuk industri, mengingat besarnya kontribusi industri terhadap perekonomian.

Faisal juga berpendapat tidak mungkin ada garam industri yang merembes ke pasar garam konsumsi seperti kekhawatiran pemerintah selama ini. Alasannya, importir garam umumnya merupakan perusahaan besar.

“Pemerintah seharusnya mudah mengawasi importir garam yang jumlahnya bisa dihitung, kebutuhannya pun mudah didata. Tidak mungkin mereka main-main,” ujarnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan impor garam industri tahun ini berkurang 50% dari realisasi impor tahun lalu sebanyak 2 juta ton, atau menjadi 1 juta ton. Namun realisasi impor garam industri sampai dengan semester I-2015 sudah mencapai 1,5 juta ton.

Perinciannya, 1,1 juta ton untuk industri chlor alkali plant (CAP), 2.564 ton untuk industri farmasi, 55 ton untuk industri lainnya, dan 189 ton untuk PT Garam (Persero). Itu belum termasuk untuk industri aneka pangan. (Andika)

Komentar