Connect
To Top

Ahok Kalah, Aktivis: Bukti Runtuhnya Kepercayaan Rakyat Kepada Penguasa

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga S Uno akhirnya dinyatakan menang dalam pertarungan politik pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua mengungguli pasangan cagub-cawagub Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat. Selain dinyatakan menang oleh berbagai lembaga survie versi hitung cepat (quick count), KPUD DKI juga telah meliris hasil hitung cepat dengan hasil yang sama, yakni Anies-Sandi sebagai pemenang sesuai input data berdasarkan C1.

Aktivis Bela Tanah Air, Ferdinand Hutahaean menilai, kekalahan Ahok-Djarot merupakan sebuah kekalahan yang sarat makna. Sebuah kekalahan sempurna yang pesannya harus dipahami terutama oleh kekuasaan. Ada pesan, kata Ferdinand, yang menjadi teguran keras yang dialamatkan ke jantung kekuasaan.

“Bahwa tidak ada kekuasaan manapun yang mampu mengalahkan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada kekuasaan manusia manapun yang mampu membendung doa rakyat tertindas serta tidak ada kekuasaan manapun yang boleh menantang kekuasaan Tuhan,” kata Ferdinand dalam tulisannya seperti dikutip Nusantaranews, Jumat (21/4/2017).

Menurut dia, itulah pesan yang menjadi teguran keras kepada penguasa, dan elit-elit politik yang melihat masalah bangsa ini hanya dari sudut pandang sempitnya saja tanpa mau melihat dari sudut pandang luas masyarakat.

“Kekalahan telah menghukum kepongahan dan keangkuhan selama ini yang dipertontonkan oleh kekuasaan. Ahok bahkan sesumbar akan menantang Tuhan dan melawan seisi Republik ini seraya merasa dirinya adalah mahluk suci tanpa dosa,” ujar aktivis Rumah Amanat Rakyat itu.

Bagi Ferdinand, keangkuhan seorang manusia yang sesungguhnya hina atas segala kecongkakan. “Ahok kalah, Ahok dihukum, doa rakyat tertindas, doa Umat yang menangis terkabul, Jakarta memilih Gubernur baru,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, meski berbekal kekuasaan yang bisa melakukan segalanya, berbekal uang yang tak terbatas jumlahnya, berbekal media main stream yang membentuk persepsi, Ahok dan kekuasaan dikalahkan oleh masyarakat. Karena kekuasaan dan Ahok tidak memiliki bekal rendah hati, tidak memiliki bekal percaya secara benar kepada kuasa Tuhan.

“Mereka menyimpang dari nilai-nilai kebenaran sehingga hukuman pun dijatuhkan kepada Ahok dan kepada kekuasaan rejim. Rejim sudah runtuh secara politik ditengah masyarakat. Tidak ada lagi kepercayaan rakyat kepada penguasa,” kata Ferdinand.

Pewarta/Editor: Achmad Sulaiman

Komentar