Berita Utama

AEPI: Kebijakan Ekonomi Jokowi Akan Semakin Memperlebar Ketimpangan

Salamuddin Daeng/Foto Ahmad Hatim / NUSANTARAnews
Salamuddin Daeng/Foto Ahmad Hatim / NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng, mengungkapkan bahwa kondisi Indonesia sepanjang tahun 2016 lalu berhadapan dengan situasi ketimpangan ekonomi, keuangan dan ketimpangan pendapatan yang meningkat.

Menurut Salamuddin, kondisi tersebut disebabkan oleh berbagai kebijakan ekonomi dan politik Indonesia yang terfokus pada upaya-upaya mengejar pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada pengembangan mega proyek infrastruktur.

“Garis kebijakan pemerintah telah memicu konsentrasi sumber-sumber ekonomi tanah, keuangan dan pendapatan pada sekelompok kecil orang,” ungkapnya seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Nusantaranews, Jakarta, Rabu (15/03/2017).

Baca: Kekayaan 4 Orang Indonesia Setara Dengan 100 Juta Penduduk

Bahkan, lanjut Salamuddin, ketimpangan pendapatan dan kekayaan berlangsung secara cepat. Baru-baru ini saja, Oxfam International telah merilis laporan bahwa ketimpangan kekayaan di Indonesia adalah salah satu yang terburuk di dunia.

“Kekayaan 4 orang Indonesia setara dengan 100 juta penduduk. Ini adalah sebuah kondisi yang sangat ekstrim, tidak hanya akan memiliki implikasi ekonomi, akan tetapi juga politik dan keamanan,” ujarnya.

Salamuddin mengatakan, ketimpangan ekstrim tersebut tidak pernah terjadi pada era sebelumnya. Ia pun coba mengingatkan tentang strategi pada masa orde baru (orba) dalam mengatasi ketimpangan.

Salamuddin menyebutkan, strategi ‘trickle down effect’ milik orba merupakan strategi yang menuai kecaman dari banyak orang karena dianggap sebagai penghinaan terhadap kemanusiaan.

Simak: Pemerintahan Jokowi Masih Jalankan Ekonomi Kolonial (3)

“Bagaimana mungkin ratusan juta rakyat hanya mendapatkan tetesan dari kemakmuran?,” katanya seraya bertanya.

Namun ternyata sejak era reformasi yang konon katanya adalah anti tesa terhadap kebijakan pemerintahan Soeharto, Salamuddin menambahkan, ternyata ketimpangan ekonomi kian menjadi jadi. Bahkan tetesan ke bawah pun tertutup.

“Sebagian besar kekayaan negara, seperti tanah, keuangan dan pendapatan mengalir ke atas, terkonsentrasi di atas dan mengalir ke atas. Kemana? yakni ke tangan asing dan segelintir taipan dan terus berputar di lingkungan mereka sendiri,” ungkapnya tegas. (dny/dm)

Editor: Sulaiman

Komentar

To Top