Adian Napitupulu Dituding Dalang, Ini Pengakuan Peserta Jambore Nasional

0
Sejumlah peserta demo di depan rumah SBY/Foto via okezone
Sejumlah peserta demo di depan rumah SBY/Foto via okezone

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Banyak pihak menuding bahwa demonstrasi mahasiswa peserta Jambore Nasional di depan kediaman mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diduga didalangi oleh Adian Napitupulu yakni politikus PDIP. Tudingan itu muncul, usai dirinya terlibat sebagai pembicara dalam acara Jambore Nasional yang digelar di Cibubur (4-6/2/2017) lalu.

Meski demikian, ia membantah telah memprovokasi mahasiswa untuk berunjuk rasa ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. “Tudingan itu tidak berdasar dan meremehkan intelektualitas mahasiswa. Usia saya dengan mahasiswa sekarang terpaut sudah sangat jauh. Tidak mungkin saya mampu menggerakan 3.000 orang mahasiswa dari berbagai provinsi,” kata dia pada pesan singkatnya, Selasa (7/2/2017) lalu.

Mengguatnya asumsi publik tentang aksi demo peserta Jambore yang ditunggangi pihak tertentu ini menyusul adanya pengakuan mengejutkan salah satu peserta aksi yang mengaku tidak tahu menahu kalo dirinya dijebak untuk demo di kediamaan SBY.

Handika Desta Putra salah satu mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makasar mengaku jika dirinya bersama peserta Jambore Nasional lainnya digiring ke kediaman SBY.

“Iya itu benar Bang, saya sama teman-teman lain tidak tahu kenapa diarahkan ke sana (rumah SBY). Saya juga tidak tahu kalau itu rumah SBY karena saya baru sekarang ini ke Jakarta,” kata Handika saat dihubungi Nusantaranews, Rabu (8/2/2017) malam.

Awalnya, Handika mengaku bersama peserta Jambore Nasional hendak berdemo di DPR tapi mobil bus yang ditunggapi para peserta ini justru diarahkan ke rumah SBY di Mega Kuningan.

“Saya kaya dijebak. Katanya mau dibawa ke DPR,” sambungnya.

Saat ditanya apakah sebelumnya ada pembacaan terlebih dahulu, Handika mengaku tidak ada sama sekali.

“Saya hanya diajak teman-teman dari Sulbar, saya juga tidak tahu siapa sebenarnya yang menanggung dan membiayainya,” ujarnya.

Saat tim redaksi Nusantaranews menghubunginya, ia berpesan agar identitas organisasinya tidak disebutkan. Sebelumnya Rabu siang, redaksi telah menghubunginya via messenger namun dirinya masih enggan untuk menerima telfon lantaran situasi masih belum aman. Baru sekitar pukul 19.00 WIB ia menerima telpon redaksi.

Editor: Romandhon

Komentar