Ilustrasi Garam/Nusantaranews
Ilustrasi Garam/Nusantaranews
Ilustrasi Garam/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berusaha membantu Indonesia agar segera terlepas dari ketergantungan garam impor. Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika, Imam Paryanto di Jakarta, Selasa (16/8/2016) mengatakan cara yang ditempuh ialah pengembangan pabrik garam industry dan farmasi.

“BPPT melakukan kontrak kerja sama untuk pelayanan teknologi kepada PT Garam untuk perencanaan dua pabrik garam industri di Sampang, Madura,” kata Imam seperti dikutip Antara.

Menurut Imam, PT Garam (Persero) berencana membangun pabrik garam industri khusus untuk pangan olahan dengan kapasitas produksi mencapai 2-10 ton per jam.

Kebutuhan garam di Indonesia, dikatakan Kepala BPPT Unggul Priyanto mengandalkan impor dari China, India dan negara-negara lainnya mulai dari garam farmasi, garam industri serta garam makan. Adapun kebutuhan garam industri Indonesia mencapai 1,2 ton per tahun, garam makan 1 juta ton per tahun, garam farmasi 6000 ton per tahun, dan dikatakan Unggul 90 persen pemenuhan ketiga jenis garam tersebut berasal dari impor. (eriec dieda)

Berita Terkait: Disinyalir Ada Praktek Monopoli Impor Garam!

Komentar