(Foto: iStock)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Ketika masa sulit, kita sering mendapati diri merenungkan sejumlah pertanyaan yang paling eksistensial dalam kehidupan sehari-hari. Siapa saya? Bagaimana kehidupan setelah kematian? Dan masih banyak contoh pertanyaan lain yang hilir mudik di dalam pikiran.

Jika anda baru saja menemukan rambut berwarna putih atau abu-abu, dan kulit mulai keriput, mungkin pertanyaan tentang di mana tempat di dunia ini ketika saya sudah tua, mulai terlintas juga di dalam pikiran.

Atas segala pertimbangan itu, periset dari Columbia University dan USC telah menemukan lima tempat terbaik di negara ini untuk mereka yang sudah menginjak usia senja. Dengan kata lain, inilah tempat-tempat yang bisa anda tempati, atau setidaknya kunjungi ketika sudah mulai tua.

Mereka telah mengembangkan sebuah barometer baru yang memperkirakan bagaimana negara-negara di seluruh dunia menyesuaikan diri dengan peningkatan dramatis proporsi oldies emas di masyarakat.

Sumber: Columbia University

Indeks terdiri dari berbagai indikator sosial dan ekonomi yang mencerminkan status dan kesejahteraan orang tua di suatu negara. Ini termasuk produktivitas dan keterlibatan, kesejahteraan, kesetaraan, kohesi dan keamanan.

Norwegia menduduki peringkat teratas, diikuti oleh Swedia, Amerika Serikat, Belanda dan Jepang. Inggris masuk ke urutan 11, tepat setelah Spanyol.

“Kini, jumlah orang tua yang sebelumnya tidak terbayangkan hidup lebih lama, sangat penting bahwa kita beralih dari fokus utama kita pada karakteristik individu dan lingkungan langsung mereka ke lingkungan yang mencakup strategi bagi seluruh masyarakat agar berhasil beradaptasi dengan populasi yang menua,” kata profesor John Rowe yang memimpin tim peneliti interdisipliner seperti dikutip Independent, Rabu (26/7).

Lucunya, Norwegia juga tampil di puncak dalam World Happiness Report tahun ini sebagai negara yang paling membahagiakan untuk ditinggali, diikuti oleh Denmark, Islandia, Swiss dan Finlandia.

Inggris, jika anda bertanya-tanya, adalah negara paling bahagia ke-19 di dunia.

“Menariknya, indeks menunjukkan bahwa Amerika Serikat – meskipun ada masalah umum dengan ketidaksetaraan dan kohesi sosial – telah dilakukan dengan baik untuk menjaga agar orang Amerika yang lebih tua merasa aman, produktif, dan terlibat,” kata Dana Goldman, Distinguished Professor dan Leonard D. Schaeffer Director’s Ketua di USC Schaeffer Pusat Kebijakan Kesehatan & Ekonomi.

“Indeks memberikan gambaran yang akurat tentang seberapa baik masyarakat beradaptasi dengan tantangan penuaan ini,” lanjutnya.

“Dengan memanfaatkan indikator ekonomi dan sosial yang andal dan sensitif yang tersedia secara luas, alat ini memungkinkan negara untuk mengambil pandangan yang lebih luas mengenai kondisi saat ini dan kemungkinan realitas demografis di masa depan,” tambahnya.

Editor: Eriec Dieda

Komentar