6 organisasi kemahasiswaan yang terdiri dari GMNI, PMII, GMKI, PMKRI, KMHDI, GEMA INTI Kota Makassar. Foto Nusantaranews
6 organisasi kemahasiswaan yang terdiri dari GMNI, PMII, GMKI, PMKRI, KMHDI, GEMA INTI Kota Makassar. Foto Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Dalam konferensi pers yang bertajuk “Menjaga Kebhinekaan Kota Makassar dan Indonesia-NKRI Harga Mati” Jum’at (4/11/2016), sebanyak 6 organisasi kemahasiswaan yang  terdiri dari  GMNI, PMII, GMKI, PMKRI, KMHDI, GEMA INTI Kota Makassar menyerukan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

Enam organisasi ini, mengajak dan menghimbau kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) khususnya masyarakat Kota Makassar agar tidak mudah terprovokasi dengan isu SARA yang memanas menjelang aksi 4 November di Jakarta Pusat

Menurut penyataan sikap bersama enam organisasi ini mengatakan unjuk rasa adalah hak setiap warga negara dan itu dijamin oleh Undang-Undang. Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulsel Muhammad Syarif mengharapkan agar demontrasi tidak dijadikan ajang untuk menebar kebencian.

“Kami harap agar aksi ini tidak merusak fasilitas umum dan tidak melakukan ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan bangsa” ujar Muhammad Syarif Jum’at (4/11/2016).

Begitu juga dengan Ketua GMNI Makassar, Hikmawan Pasalo, mengatakan “Pada dasarnya ada agenda yang lebih besar di balik aksi 4 November, momentum ini sudah disusupi dan dimanfaatkan oleh oknum yang sudah sejak lama menginginkan perpecahan bangsa dan diganti menjadi Khilafah Islamiyah. Kami mengecam oknum maupun kelompok ini!” ujarnya. (Adhon/Red-01)

Komentar