Ilustrasi: Nusantaranews
Ilustrasi: Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO – Kata orgasme biasanya berhubungan dengan kesenangan. Tapi, dalam beberapa kasus hal itu bisa dikaitkan dengan kelelahan parah, bersin dan halusinasi.

Namun itu semua disebut bagian dari fenomena peri-orgasmik yang dalam literatur ilmiah disebut efek samping yang biasa terhadap respons orgasme normal.

Orgasme teratur dapat menyebabkan sensasi seluruh tubuh dan panggul, seiring dengan meningkatnya denyut jantung dan pembilasan. Efek psikologis dari orgasme normal bisa mencakup perasaan bahagia, cinta dan rileks namun dengan fenomena peri orgasme. Tapi ada beberapa efek samping yang sangat aneh, seperti dikutip Daily Star.

Pertama, halusinasi

Dari 50 wanita yang mengaku mengalami “respon seksual yang diperluas” (halusinasi) hampir semuanya mencatat pengalaman terbang atau sensasi terbang. Ini menurut penelitian dari Turki. Seperempat wanita (24%) mengatakan mereka memasuki dunia kartun dan 75% merasa seperti mereka meninggalkan tubuh mereka.

Kedua, menangis

Disforia pasca-perang bisa termasuk rasa sakit, perasaan melankolis, depresi, gundah dan gelisah. Gejala ini bisa muncul hingga satu jam setelah berhubungan seks dan sering terjadi pada hubungan yang stabil.

Sebuah penelitian di tahun 2011 menemukan satu dari tiga mahasiswa melaporkan mengalami setidaknya satu gejala dysphoria postcoital setidaknya satu kali. Alasan di balik tangisan merupakan refleks biologis ke orgasme atau dia mungkin merasa kesepian setelah keintiman seks dilakukan.

Ketiga, kelemahan

Onset tiba-tiba kelemahan yang terjadi dengan orgasme disebut orgasmeepsi. Kasus pertama ini dilaporkan terjadi pada tahun 1928 dan biasanya terjadi dengan kelainan tidur. Gejala umumnya berlangsung kurang dari 30 detik, termasuk kehilangan kontrol otot secara keseluruhan.

Keempat, sakit kepala

Sakit kepala seksual primer diinduksi orgasme dan bisa disebabkan oleh adrenalin yang terjadi saat klimaks. Sakit kepala ini bisa menjadi sakit kusam atau sakit kepala berdenyut tiba-tiba.

Kelima, bersin

Alasan beberapa orang bersin setelah orgasme adalah karena bagian dari sistem saraf parasimpatis diaktifkan selama klimaks yang bisa menyebabkan bersin.

Satu kasus dari tahun 1972 memerinci bagaimana seorang pria berusia 59 tahun mengalami bersin dan pilek setelah orgasme, dan ini berlangsung selama satu dekade. (ed/ds)

Editor: Eriec Dieda

Komentar